Inkopsyah Harap Pembiayaan Bank Syariah Melalui Kemitraan
Selasa, 21 Februari 2012 23:35 WITA
TRIBUN-TIMUR.COM - Induk koperasi Syariah (Inkopsyah) Baitul Maal Wat-Tamwil (BMT) mengharapkan agar bank-bank berbasis syariah mengucurkan pembiayaan melalui lembaga pembiayaan untuk kemudian disalurkan ke unit-unit koperasi yang menjadi anggotanya.
Hal ini dikatakan Ketua Pengurus Inkopsyah BMT, Abdullah Yazid di sela-sela Rapat Anggota Tahunan (RAT) XI Inkopsyah BMT di Hotel Singgasana, Makassar, Selasa (21/2/2012).
Menurutnya, apa yang diharapkan tersebut adalah untuk menghindari kesenjangan pergerakan ekonomi di sektor makro dengan mikro. Apalagi, katanya, Inkopsyah tak sekadar memberikan pembiayaan terhadap anggotanya, namun juga berorientasi pada pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM).
"Semua pelaku ekonomi, sekecil apapun pasti butuh lembaga pembiayaan. Lembaga inilah sebagai penggerak roda ekonomi. Inkopsyah selaku lembaga keuangan mikro berharap agar perbankan menyalurkan pembiayaan melalui linkage program karena kami lakukan pembinaan dan berencana membangun teknologi tepat guna," katanya.
Dikatakan, program kemitraan yang diharapkan tersebut juga merupakan upaya Inkopsyah untuk menggenjot penambahan anggotanya yang saat ini masih minim.
Direktur Inkopsyah BMT, Arison, mengatakan, saat ini jumlah koperasi syariah yang bergabung di Inkopsyah masih minim. Dari 5000 koperasi syariah yang ada, hanya 344 unit dari 24 provinsi yang terdaftar sebagai anggota Inkopsyah.
Sementara di Sulsel, dari 120 koperasi syariah yang ada, hanya 20 unit yang terdaftar sebagai anggota. "Jumlahnya masih minim. Hampir merata di seluruh provinsi, kecuali di Jawa Tengah yang mencapai 86 provinsi," katanya.
Kurangnya anggota Inkopsyah, katanya, karena masing-masing unit koperasi masih diberikan kebebasan untuk menginduk kemana saja ataupun berdiri sendiri (mandiri).
Tahun ini, Inkopsyah menargetkan melakukan penambahan anggota sebanyak 60 unit koperasi syariah. Keannggotaan Inkopsyah yang semula 24 provinsi akan ditingkatkan menjadi 27 provinsi, dimana provinsi yang akan menjadi tambahan adalah Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatera.
Menyoal kucuran pembiayaan, di 2011, Inkopsyah BMT telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 70 miliar. Dana yang disalurkan ini berasal dari dana segar yang diperoleh dari lima bank, yakni Bank Syariah Mandiri (BSM), Bank DKI, BNI Syariah, BJB Banten Syariah, dan Bank Panin Syariah sebesar Rp 50 miliar. Sisanya Rp 20 miliar merupakan dana yang bersumber dari pemerintah melalui Lembaga Penyalur Dana Bergulir (LPDB).
Tahun ini, Inkopsyah menargetkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 75 miliar. Dimana kelima bank tersebut, katanya, masih tetap berkomitmen untuk bekerjasama menyalurkan pembiayaan yang menyasar sektor rill.
Sementara itu, Gubernur Sulsel melalui Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel, AM Yamin, menuturkan, potensi pengembangan pengelolaan koperasi pola syariah masih sanngat besar.
Data koperasi per Desember 2011 di Sulsel mencapai 7.958 unit, sementara koperasi yanng mengelola usaha dengan sistem syariah tercatat 120 unit yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Sulsel. (*)
Penulis : hani
Editor : muhammadirham
Share on Facebook