Rupiah Awal Pekan Melemah
Senin, 20 Februari 2012 11:09 WITA

JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah terhadap dollar AS pada Senin (20/2/2012) pagi ke posisi Rp 9.100 masih dipicu dari ketidakpastian kesepakatan pemberian dana talangan untuk Yunani.
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Senin pagi bergerak melemah 80 poin ke posisi Rp 9.100 dibanding sebelumnya Rp 9.020 per dollar AS.
"Tersisanya risiko kembali tertundanya kesepakatan pemberian dana talangan untuk Yunani dalam mengatasi krisis utangnya masih menjadi sentimen negatif bagi nilai tukar dalam negeri terhadap dolar AS," kata analis pasar uang Monex Investindo Futures, Johanes Ginting di Jakarta, Senin.
Ia menambahkan, pelaku pasar juga berpendapat bahwa ketidakpastian masih akan menahan mata uang euro dalam kisaran terbatas sampai persetujuan pemberian bailout (dana talangan ) ditandatangani. "Pasar terlihat masih sangat ragu-ragu untuk bereaksi terlalu banyak sebelum kesepakatan benar-benar dilakukan," katanya.
Meski demikian, lanjut dia, Yunani nampaknya semakin dekat untuk mendapatkan dana penyelamatan senilai 130 miliar euro setelah petinggi Jerman menyatakan optimismenya bahwa kesepakatan akan tercapai, meski di lain sisi masih merasa was-was dengan komitmen Athena.
Ia menambahkan, sejumlah analis memperkirakan euro akan dapat kembali terapresiasi terhadap dolar AS begitu juga dengan nilai tukar rupiah, dengan catatan para pejabat kawasan Eropa bersedia menandatangani persetujuan "bailout" tahap kedua untuk Yunani.
Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada menambahkan, pelemahan rupiah juga dipicu imbas penurunan mata uang Yen terhadap dolar AS setelah bank Jepang berencana menambah likuiditas pasar senilai 10 triliun yen (28,8 miliar dolar AS) untuk program pembelian aset.
Di sisi lain, kata dia, pelemahan rupiah juga dipicu dari Menkeu Eropa bersikap mengesampingkan pertemuan yang akan diadakan di Brussels karena masih merasa kurang yakin atau kurangnya jaminan politik dari para pemimpin Yunani.(*/tribun-timur.com)
Editor : muhammadirham
Source : Kompas.com
Share on Facebook