Lebih Sehat dengan Partisipasi Masyarakat
Selasa, 14 Februari 2012 14:10 WITA

citizen reporter
A Ayatullah Ahmad, Humas Pemkab Bulukumba
melaporkan dari Bulukumba
PROYEK Prima Kesehatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Bulukumba kerjasama dengan JICA (Japan International Corporacy Agency) memasuki fase kedua siklus kedua untuk tahun 2012.
Program kesehatan ini dilakukan sejak tahun 2007 dan hanya dilaksanakan di tiga kabupaten di Sulawesi Selatan yakni Bulukumba, Barru dan Wajo.
Dalam pelaksanaan Prima Kesehatan Fase II siklus kedua ini, diawali dengan Sosialisasi program yang berlangsung dua hari Senin-Selasa (13-14/2) di Ruang Pola Kantor Bupati dan Aula Kampus Al Gazali yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati H Syamsuddin dan dihadiri oleh para camat, kades, lurah dan anggota kelompok kerja (pokja masyarakat).
Tujuan dari program ini adalah mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat dalam upaya- upaya preventif dan promotif dalam pelayanan kesehatan dasar dengan melakukan kemitraan antara masyarakat dengan pemerintah desa/kelurahan, kecamatan, dan kabupaten yang diintegrasikan melalui sistem perencanaan pembangunan.
Adapun kegiatan yang dilakukan terdiri dari dua yakni kegiatan non fisik seperti penyuluhan, pelatihan dan lomba serta kegiatan fisik seperti pembuatan jamban keluarga, MCK, posyandu dan pengolahan sampah. Proyek ini memiliki capaian sangat baik, oleh karena pada fase pertama (2007-2010) hanya mencakup empat kecamatan dan pada fase kedua ini sudah mencakup semua kecamatan dan desa/kelurahan. Pada fase kedua ini juga, pemerintah kabupaten telah memberikan bantuan hibah kepada semua desa dan kelurahan dengan jumlah hibah sebesar Rp. 1,1 milyar, ditambah dengan anggaran dari Alokasi Dana Desa (ADD) yang berkisar Rp 5 juta-10 juta per desa.
Projek Leader Prima Kesehatan, Ayumi Kawara berharap Bulukumba dapat menjadi pusat keunggulan pendekatan peningkatan pelayanan kesehatan dasar, dimana masyarakat dan pemerintah bekerja sama.
Dari pencapaian program ini, lanjut Ayumi diharapkan dapat diseberluaskan secara nasional demi peningkatan derajat kesehatan masyarakat. “Mekanisme kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam proyek ini juga dapat diterapkan pada sektor-sektor lain" Ujarnya
Adapun Wakil Bupati Syamsuddin saat membuka acara tersebut mengemukakan bahwa konsep program ini sangat relevan dengan kebijakan pembangunan kesehatan masyarakat, dimana persoalan kesehatan sedapat mungkin dibahas oleh masyarakat itu sendiri dan melakukan penanganan secara bersama-sama.
Dengan demikian, lanjut Syamsuddin, pola ini dapat mendorong para individu masyarakat di desa dan kelurahan untuk mengambil inisiatif dan bertanggung jawab terhadap peningkatan kualitas kesehatan dasar masyarakat itu sendiri. “Ini sudah sejalan dengan konsep dari kesehatan itu sendiri, yakni lebih baik mencegah daripada mengobati”. Ujar mantan Sekda Bantaeng ini.(*)
Penulis : CitizenReporter
Editor : redo
Share on Facebook