IMM Unhas Kaji Kekerasan di Indonesia
Senin, 13 Februari 2012 23:00 WITA
Laporan: Muhammad Yusran (Sekretaris Umum PC IMM Kota Makassar)
TRIBUN-TIMUR.COM -- Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Hasanuddin mengadakan Diskusi Lintas Gerakan bertemakan “Peran Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Kasus Kekerasan Di Indonesia (Studi Kasus : Kekerasan BIMA)“ yang berlangsung pada pada Senin, 13 Februari 2012 bertempat di Gedung Pertemuan Ilmiah UNHAS.
Dalam diskusi tersebut hadir sebagai pembicara Ketua Umum SENAT Fakultas Teknik UNHAS, Ketua BEM Fakultas Pertanian UNHAS, Muhammad Sholihin. S (Pengamat Hukum, Pusat Advokasi Hukum dan HAM Makassar), dan Ya’kub (Ketua Umum PC IMM Kota Makassar). Dalam penyampaiannya Ketua Umum SENAT Mahasiswa Fakultas Teknik UNHAS mengatakan Kekerasan yang terjadi masyarakat hari ini sangatlah memiris hati, bukan hanya dalam bentuk fisik tapi juga terjadi dlam bentuk psikis. Dimana ada sekolah yang didirikan sangat mewah dan besar, sementara ada sekolah disampingnya yang sangat kecil dan kumuh. Dan ini merupakan kekerasan pendidikan yang terjadi negara ini.
Sementara Ketua Umum IMM Kota Makassar mengatakan Kekerasan yang terjadi diindonesia itu diakibatkan oleh pemerintah dan aparat yang alpha, tidak memainkan peran-peran strategisya dalam mengambil kebijakan berpihak ke masyarakat, malah mereka justru berbalik menyerang masyarakat dengan berbagai kepentingan yang pragmatis. Sehingga mahasiswa harus mampu membaca realita dan mebangun nalar kritis untuk mengawal hak-hak masyarakat yang dikhianati oleh pemerintah, karena ini merupakan tanggung jawab social seorang mahasiswa.
Diharapkan dari hasil diskusi ini lahir ide, konsep gagasan serta beberapa rekomendasi dalam mengawal berbagai kasus kekerasan yang terjadi di indonesia. Agar nantinya masyarakat Indonesia bisa merasakan keadilan di Negara mereka sendiri. Terjadinya kasus, BIMA, Mesuji, serta Kasus Freeport harus menjadi bahan kajian oleh mahasiswa dalam membangun gerakan untuk membela hak-hak masyarakat.
Penulis : CitizenReporter
Editor : ikuu
Share on Facebook