Di awal sambutannya, Presiden mengucapkan selamat tahun baru Imlek kepada segenap umat Konghucu. “Saya turut berdoa, semoga di Tahun Naga Air ini saudara-saudara senantiasa diberi kebahagiaan, kesejahteraan, dan keberuntungan.” ujar SBY.
Perayaan tahun baru Imlek telah menjadi pesta rakyat di seluruh pelosok tanah air. Di banyak tempat dipertunjukkan atraksi barongsai, lampion, dan beragam aksesori budaya etnis Tionghoa. “Ini menunjukkan bahwa bangsa kita benar-benar menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, meneguhkan semangat Bhineka Tunggal Ika, dan memberi ruang besar bagi masyarakat Tionghoa tanpa ada lagi sikap diskriminasi,” SBY menjelaskan.
Kenyataan ini patut kita syukuri, selain merupakan pengakuan, penghargaan, dan penghormatan kepada etnis Tionghoa dan umat Konghucu. “Sekaligus juga menjadi bagian terpadu dari mozaik keragaman etnis dan budaya bangsa kita yang majemuk,” Kepala Negara menambahkan.
Melalui perayaan Imlek, lanjut Presiden, bangsa Indonesia telah menunjukkan kesadaran bersama untuk saling menghormati dan menerima perbedaaan. “Persaudaraan kita sebagai sebuah bangsa harus makin kuat dan makin kokoh,” SBY menegaskan. “Persaudaraan kita sebagai sebuah bangsa tidak boleh terganggu dan tidak boleh terpisahkan oleh perbedaan etnis dan perbedaan agama yang kita yakini,” SBY menambahkan.
Presiden SBY berharap agar umat Konghucu berbahagia dan sejahtera di Tahun Naga Air ini. “Semoga tahun yang baru ini, akan membawa keberkatan dan keberuntungan bagi saudara-saudara yang merayakannya,” ujar Kepala Negara.
Dalam kesempatan ini juga dipanjatkan doa Imlek, aksi kesenian harmoni nusantara, tari kontemporer, dan atraksi Barongsai.
Hadir sejumlah menteri KIB II, diantaranya Menag Suryadharma Ali, Menpora Andi Mallarangeng, dan Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin. Tampak pula Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Ketua Matakin Wawan Winarta, dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.