MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM -- Ketua DPRD Sulsel, Moh Roem, berhenti memasang balihonya bersama Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. Meski banyak jasa pengelola iklan billboard menggratiskannya namun Roem mengaku baliho yang ada sudah lebih dari cukup.
Mantan Bupati Sinjai dua periode ini yakin pesan yang coba ia sampaikan dalam setiap baliho dan spanduk dirinya bersama Syahrul telah sampai di benak masyarakat. Lebih jauh Roem tidak menjelaskan pesan yang dimaksud.
"Sudah cukup mi, tidak ada lagi pemasangan baliho, saya yakin sudah sampai pesannya di masayarakat. Banyak yang menawarkan tempatnya tapi ndak, sudah cukup mi itu," kata Roem, Kamis (22/12/2011).
Beberapa pekan terakhir, baliho "Kak Roem" menghiasi hampir di setiap sudut kota dan ruas-ruas jalan yang ada di Makassar. Bahkan balihonya telah merambah hingga kabupaten/kota di Sulsel.
Penghentian sementara sosialialisasi pencalonan dirinya sebagai bakal calon pendamping Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, bukan berarti ia sudah tidak bergairah lagi.
Kerasnya pertarungan opini antarfigur calon Wakil Gubernur yang akan, endamoingi Syahrul di Pilgub Sulsel nanti membuat Roem seakan pasrah dan mengaku tidak ngotot lagi dalam artian menghalalkan segala cara demi meraih ambisinya.
"Kalau dibilng ngotot ndak ngotot ma sekarang, maksudnya tidak ngotot sampai-sampai menghalalkan segala cara, bukan saya kalau begitu itu," kata Roem.
Pertarungan dini untuk memperebutkan satu kursi pendamping Syahrul di Pilgub nanti cukup alot karena mempertemuakan politisi-politisi gaek Sulsel yakni mantan Ketua DPRD Sulsel dan Wakil Gubernur Agus Arifin Nu'mang, Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi, dan pamong paling senior Sulsel Andi Muallim.