Tribunnews.com
home / news / politik
Jelang Pilkada Gubernur 2013

570 Pensiunan PNS Janjikan Suara untuk Agus Arifin Nu'mang

Kamis, 24 November 2011 16:42 WITA
 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --  Pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel menawarkan dukungan kepada Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang menghadapi pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulsel 2013 mendatang.

Acara pelepasan pegawai purna bhakti yang berlangsung di Ruang Pola
Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (24/11/2011) mendadak menjadi riuh dengan
tepuk tangan dari 270 orang mantan abdi negara yang dinyatakan tamat
karir kepegawaiannya pada hari itu.

Pelepasan pensiunan hanya dihadiri oleh Wakil Gubernur Agus Arifin
Nu’mang dan Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Sulsel, Andi Murni Situru.

Penyampaian dukungan pensiunan kepada Agus disampaikan saat Gubernur
Sulsel, Syahrul Yasin Limpo masih dalam perjalanan dinas ke luar daerah.

Salah seorang peserta purna bhakti yang didaulat menyampaikan pesan
dan kesannya selama menjadi pegawai negeri sipil di lingkup Pemprov
Sulsel memilih untuk keluar “rel” yang ada dan berbicara lepas di atas
podium.

“Walaupun secara resmi hari ini kami sudah purna bhakti, namun
bagaimapun juga kami ini masih memiliki sumber daya manusia yang masih
bisa dimanfaatkan oleh Pak Wagub, minimal untuk (pilgub) 2013 nanti,”
katanya di akhir sambutannya yang langsung disambut gemuruh tepuk
tangan oleh pensiunan dan pegawai yang ada.

Selama 2011, Pemprov Sulsel telah “melepas” sebanyak 570 PNS untuk
beristirahat dari rutinitas yang telah dilakoninya sejak puluhan tahun
silam.

Meski kerut di dahi tidak dapat ditutupi lagi namun langkah
mereka saat menapaki anak tangga menuju ruang pola masih menjejak.
Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang yang dikonfirmasi tentang
dukungan dari “kaum sepuh” ini mengaku tidak menduga akan ada aspirasi
seperti itu. Meski demikian ia tetap mengapresiasinya.
Apalagi, menurutnya, mereka yang telah memasuki masa purna bhakti
sudah tidak terikat dengan ikatan dinas sebagai PNS sehingga mereka
sudah bisa berpolitik. Setiap warga negara Indonesia berhak untuk
berpolitik, termasuk para pensiunan.
Mantan Ketua DPRD Sulsel ini pun sangat berhati-hati dalam memaknai
kata “2013”. Bahkan katanya, ia tidak bisa menerjemahkan kata “2013”
yang dimaksud pensiunan itu sebagai event pemilihan gubernur Sulsel.
“Apa maksud dari ‘2013’ saya tidak bisa menerjemahkannya. Tapi
berpolitik itu hak setiap warga negara, mereka punya hak berpolitik,
mereka sudah bisa berpolitik praktis apalagi tidak ada lagi ikatan
sebagai PNS,” kata Agus saat hendak meninggalkan ruang pola.

Penulis : aden
Editor : ikuu
Share on Facebook
TRIBUNnews.com Network

Kembali ke Home
Full Site