PLN Sultanbatara Datangkan Mesin dari China
Senin, 7 November 2011 20:23 WITA

Laporan dari Yasdin
TAKALAR,TRIBUN-TIMUR.COM -- Untuk mengantisipasi defisit daya yang dialami Perusahaan Listrik Negara(PLN) Sulawesi Selatan,Tenggara, dan Barat (Sultanbatara) mendatangkan mesin Zulzer.
Pasalnya, meski akhir-akhir ini hujan mulai mengguyur sebagian wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel), namun belum mampu menutupi kebutuhan air.
Padahal, air selain dibutuhkan sebagai kebutuhan sehari-hari juga dibutuhkan PLN Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat untuk menggerakkan turbin air.
Hal ini juga berefek pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang ada di Bakaru . Kurangnya debit air yang menggerakkan turbin tersebut juga berakibat pada defisitnya daya listrik yang dimiliki PLN.
Mesin bertenaga diesel itu berjumlah 12 unit didatangkan dari China. Rencananya mesin yang didatangkan melalui dua tahap itu setidaknya akan mampu menutupi defisit listrik yang terjadi di Sulsel saat ini.
Kordinator Pelaksana Pecepatan Penanggulan Defisit Daya PLN Sultanbatara, Sugeng mengatakan 12 unit mesin itu akan membantu persoalan listrik yang dihadapi oleh PLN Saat ini.
"Kami ingin membuktikan bahwa PLN bekerja keras untuk memaksimalkan pelayanan. Mesin itu hanya lima hari didatangkan dari China," kata Sugeng.
Ia mengungkapkan mesin itu nantinya rencananya akan rampung dan bisa dioperasikan pada tahun 2012 mendatang.
"Tiga dari 12 mesin itu akan kami operasikan Desember mendatang. Sedangkan selebihnya itu akan dirampungkan dan dioperasikan tahun depan," kata Sugeng sambil menunjuk stand mesin diesel di Gardu Induk, Tallasa, Takalar, Senin (7/11/2011) petang.
Meski masih dalam tahap pekerjaan, Sugeng optimis tetap yakin mesin berkapasitas 11,5 megawatt itu, tiga diantaranya akan beroperasi pada Desember mendatang.
"Kami harus optimis tiga diantaranya harus bisa beroperasi pada bulan Desember, karena kebutuhan listrik akan tertupi lagi sebanyak 30 megawatt. Ini merupakan kebutuhan yang mendesak, sebagai bentuk pelayanan," terang Sugeng.(*)
Penulis : yasdin
Editor : muhammadirham
Share on Facebook