Tribunnews.com
home / sulsel

Kemerdekaan Listrik Belum Dirasakan Warga Desa Borimasunggu

Rabu, 17 Agustus 2011 20:03 WITA
TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Warga Desa Borimasunggu dan Desa Berutallasa, Kecamatan Biringkassi, Kabupaten Gowa, belum merasakan kemerdekaan seutuhnya, seperti usia kemerdekaan Republik Indonesia selama 66 tahun.

Di saat listrik telah dinikmati di beberapa desa tetangganya, dua warga desa tersebut malah bernasib berbeda. Padahal, di dua desa yang memiliki total hampir 10 ribu jiwa itu, sudah berdiri sejumlah tiang listrik dan memiliki peralatan listrik PLN sejak 10 tahun silam.

Tiangnya malah sudah berdiri kokoh sejak 1998, tetapi sampai sekarang (2011), warga belum bisa menikmatinya listrik. Sementara peralatan listrik seperti gulungan kabel, sekering, gardu listrik, dan peralatan lainnya, terbengkalai di kolongrumah kepala dusun.

Beberapa rumah warga hanya menikmati listrik dengan menggunakan mesin generator (genset) yang dibeli sendiri. "Padahal, warga desa sudah mengeluarkan biaya pendaftaran untuk berlangganan dan pemasangan sambungan listrik sejak puluhan tahun lalu," ungkap tokoh pemuda dan pemerhati warga Desa Borimasunggu, Ardi saat berkunjung ke Tribun, Rabu (17/8/2011).

Disebutkan, hampir semua warga di dua dusun di Desa Borimasunggu, Dusun Minasa te'ne dan Boronga'rang, bahkan sudah mengeluarkan biaya pendaftaran berlangganan listrik itu sejak tahun 2001.

"Biaya pendaftarannya Rp 100 ribu dan ada yang sudah mengeluarkan uang sampai Rp 1 juta lebih. Ini yang membuat warga kecewa dan kesal karena sudah keluarkan uang yang nilainya saat itu cukup besar, tetapi sampai sekarang tidak ada hasilnya," katanya.


Ardi juga menunjukkan selembar tanda bukti pembayaran pendaftaran berlangganan listrik PLN saat itu yang mencamtumkan beberapa poin pembayaran, yaitu Tanda jadi Rp 100 ribu lalu ada lagi angsuran I dibayar Rp 400 ribu, angsuran II Rp 500 ribu, angsuran III Rp 500 ribu
, dan angsuran IV sebesar Rp 150 ribu.

Ancam Tak Ikut Pilgub
Karena itu, para kepala dusun dan elemen masyarakat di desa setempat mengancam menjadi golput atau tak akan menggunakan hak pilihnya di pemilu Gubernur 2013 mendatang jika sampai saat itu, warga desa belum menikmati listrik.

Komitmen tak akan memilih di pilgub itu disampaikan Ardi melalui secarik kertas yang memuat pernyataan beberapa kepala dusun, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda setempat. Mereka antara lain, Kepala Dusun Minasa Te'ne Abd Kahar S, Kepala Dusun Boronga'rang H Tinggi, Ketua RK Bontomanai H Rani, anggota BPD H Baso.

Beberapa tokoh masyarakat dan pemuda desa setempat yaitu, Hamzah, H Awal, Awal, H Madong, Dg Dudding, Isdar, dan Dewang. "Namun, warga berencana lebih dulu akan membawa persoalan dan aspirasi ini beramai-ramai ke gedung DPRD. Semoga di para wakil rakyat bisa membantu memberi solusi," kata Ardi.

Seorang tokoh masyarakat disebutkan bahkan siap mengerahkan truknya mengangkut peralatan listrik PLN yang terbengakali tersebut ke gedung dewan bersama warga desa yang akan berunjuk rasa usai lebaran Idul Fitri nanti, jika masalah listrik di desa mereka belum teratasi.(*)

Penulis : redo
Editor : redo
Share on Facebook
Terkait
TRIBUNnews.com Network

Kembali ke Home
Full Site