Politisi Gerindra: Hukuman Ecek-ecek
Sabtu, 28 Mei 2011 11:29 WITA
JAKARTA, TRIBUNTIMUR.COM - Anggota Dewan Penasehat Partai Gerindra, Permadi menilai keputusan pemberhentian Muhammad Nazaruddin sebagai Bendahara Umum Partai Demokrat hanya untuk memuaskan publik semata. Ia menilai, jika keputusan tersebut dimaksudkan untuk benar-benar menghukum Nazaruddin, Demokrat seharusnya dapat mencegah kadernya tersebut berpergian ke Singapura.
"Si Nazaruddin ini, kan, masalahnya banyak, tetapi yang dilihat hanya mengenai keuangan saja, makanya saya katakan ini hukuman ecek-ecek. Pasti si Nazaruddin ini juga sakti. Misalnya, dia sudah tahu kalau Susilo Bambang Yudhoyono itu akan menggelar rapat penting kemarin di Cikeas, tetapi dia tidak hadir," ujar Permadi dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (28/5/2011).
Selain itu, Permadi juga menilai status Nazaruddin sebagai anggota Komisi VII DPR merupakan bentuk ketidaktegasan dari keputusan Partai Demokrat. Walaupun keputusan untuk menghukum Nazaruddin dalam ruang lingkup DPR bukan merupakan wewenang partai, ia menilai Badan Kehormatan DPR terkesan lambat dalam mengambil keputusan tersebut.(*)
Editor : redo
Source : Kompas.com
Share on Facebook