Kanal

Warga Keluhkan Maraknya Akvititas Tambang Ilegal di Tanralili

Seorang warga memperlihatkan kerusahan sawah di Dusun Bontotangga, Desa Allaere, Kecamatan Tanralili, Maro - Ansar/Tribunmaros.com

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Aktivitas tambang yang diduga ilegal di Dusun Bontotangga, Desa Allaere, Kecamatan Tanralili, Maros, semakin marak, Rabu (12/9/2018).

Padahal, tambang tersebut sudah dilaporkan oleh perwakilan warga Andi Makkawaru, pekan lalu.

Warga keberatan lantaran sawahnya di rusak oleh truk tambang untuk dilintasi truk. Selain itu, warga yang berada di sekitar tambang juga resah.

Makkawaru mengaku heran melihat aktivitas tambang yang semakin gencar. Padahal, pihak Polres Maros sudah turun ke lapangan.

"Setelah saya melapor ke Polres, aktivitas tambang justru marak. Lokasinya juga bertambah luas. Tidak ada penghentian pengoperasian dari Polres," katanya.

Pemilik tambang, Colleng terkesan kebal hukum dan dibiarkan melakukan penambangan meski tidak mengantongi ijin tambang.

Polres dinilai melakukan pembiaran dan membiarkan petani mengalami kerugian. Sejumlah sawah telah dirusak pematangnya untuk dilintasi truk.

"Bikin heran, apakah tambang ilegal bisa beroperasi. Tambang itu harus ditindak dan dihentikan, karena merusak lingkungan dan sawah," katanya.

Makkawaru yakin tambang tersebut ilegal setelah menelusuri ijinnya mulai dari Pemkab hingga Pemprov. Bahkan, pemilik tambang juga tidak mampu memperlihatkan ijinnya.

Halaman
12
Penulis: Ansar
Editor: Nurul Adha Islamiah

Viral Wanita Terobos Rombongan Presiden Jokowi dan Acungkan Jari Tengah, Tabrak Polisi yang Mengawal

Berita Populer