Kanal

Sebut yang Tak Pilih Jokowi Bakal Masuk Neraka, Kini Farhat Abbas Dapat Celakanya

Farhat Abbas dan Jokowi -

raousell_2381: Situ aja banyak masalah sama org, mau damaikan org.

Farhat Abbas ke Jokowi-Ma'ruf, Ini Alasan Hotman Paris Tolak Jadi Jubir Prabowo - Sandi

Selain urusan partai pengusung, sosok calon, faktor juru bicara juga merupakan elemen penting dalam pilpres.

Tidak sedikit tokoh yang berlomba jadi juru bicara pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk Pilpres 2019.

Seperti diketahui, pasangan bakal capres-cawapres sudah melewati beberapa tahap pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), kedua kubu yang akan berlaga pada Pilpres tahun depan disibukkan dengan pembentukan tim pemenangan pasangan calon.

Kubu Joko Widodo - Ma'ruf Amin bahkan telah menggelar acara pembekalan dan pelatihan bagi 108 dari 225 juru bicara tim pemenangannya pada Senin (13/8/2018).

Sedangkan juru bicara tim pemenangan kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno lebih ramping dari kubu petahana.

Menurut Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, pihaknya hanya menyiapkan 10 orang juru bicara saja.

Farhat Abbas Pastikan ke Jokowi-Ma'ruf, Ini Alasan Hotman Paris Tolak Jadi Jubir Prabowo - Sandi ()

Para juru bicara tim pemenangan tersebut berasal dari berbagai elemen.

Pengacara kontroversial, Farhat Abbas menjadi salah satu nama yang dipersiapkan untuk menjadi juru bicara tim pemenangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin.

Farhat Abbas pernah terlibat perseteruan sengit dengan pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea yang merupakan sahabat Sandiaga Salahuddin Uno.

Ketika dikonfirmasi mengenai kesediaan Hotman Paris Hutapea untuk menjadi juru bicara atau tim pemenangan Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno yang akan berdebat meladeni Farhat Abbas, Hotman Paris Hutapea dengan tegas menolaknya.

Farhat Abbas ke Jokowi- Ma'ruf, Hotman Paris Ungkap Alasan Ogah Jadi Juru Bicara Timses Prabowo - Sandiaga ()
Walaupun Hotman Paris Hutapea telah mengenal Sandiaga Salahuddin Uno sejak masa krisis moneter, hal itu tidak lantas membuatnya tertarik terjun ke dunia politik.

Hotman Paris Hutapea mengaku, tidak akan menerima tawaran politik apapun karena dirinya sudah sangat nyaman dengan kesuksesan profesi dan hidupnya saat ini sebagai pengacara.  

"Nggak, dari dulu saya sudah ditawarkan berbagai partai, Prabowo klien gua, Harry Tanoe klien gw, Airlangga Hartarto klien gua, tapi gua gak mau duduk jadi DPR atau apa. Saya lebih merdeka hidup seperti sekarang. Toh gua udah jadi pengacara tersukses ngapain gua masuk politik. Biasanya pengacara kurang sukses atau pas-pasan banyak yang terjun ke politik, kalau gua kan udah kelewat sukses, jadi gak ada niat."  

Demikian kata Hotman Paris Hutapea kepada Warta Kota, Selasa (14/8/2018). 

Editor: Ilham Arsyam

Video Detik-detik Harimau Muncul di Pasar hingga Terjebak di Kolong Ruko, Memangsa Kambing dan Ayam

Berita Populer