Kanal

Mengenal Gus Miftah yang Shalawat di Klub Malam; Diajak Berkelahi, Digoda PSK, dan Dicap Munafik

Gus Miftah - PESANTREN ORA AJI

Tak hanya soal motif ekonomi, ia juga pernah dicap sebagai pendakwah yang mencari sensasi bahkan munafik.

"Saya dianggap cari-cari sensasi, munafik, termasuk (pernyataan) 'kalau memang niat berdakwah kenapa nggak ditutup saja?'," ujarnya menirukan komentar dari pihak lain.

Bagi Gus Miftah, bukan menjadi kewenangannya untuk menutup tempat-tempat seperti lokalisasi daerah atau klub malam sekalipun.

Ia menambahkan, tak bermasalah jika orang-orang kerap mencacinya.

Sebab hingga saat ini ia masih memegang prinsip untuk membuka jalan bagi teman-teman PSK yang ingin 'bermesraan' dengan Tuhan dan Rasulnya.

"Ya kemampuan saya apa? Saya bukan wali kota, saya bukan bupati. Kalau memang tempat itu dipermasalahkan, yang salah ya yang kasih izin. Pemegang kewenangan," ujar Gus MIftah.

"Boleh kalian mencaci maki aku kafir, binatang, setan, sinting, tapi tolong jangan halangi mereka untuk kembali bermesraan dengan Tuhan dan Rasulnya. Itu prinsip saya," sambungnya.

Selama 14 tahun berlalu, Gus MIftah mengaku sudah banyak pihak yang berhijrah karena dakwahnya itu.

Mereka yang berhijrah, ada yang langsung seusai acara dakwah itu, ada juga yang yang selang beberapa waktu kemudian.

Bahkan, lanjut Gus MIftah, ada juga teman-teman PSK yang berhijrah dan memberikan pengalamannya di depan jemaah.

Rupanya tak hanya PSK, para pria seperti server (pelayan) dan bartender (pelayan minuman alkohol) pun tak sedikit yang turut berhijrah.

"Alhamdulillah jangankan yang hijrah, yang nonmuslim jadi muslim aja banyak. Sampai teman-teman PSK yang datang ke tempat pengajian saya itu kasih testimoni depan jemaah. Alhamdulillah, nggak kehitunglah," paparnya.

"Lelaki juga banyak, kayak server, bartender, itu banyak juga," imbuhnya.

Ke depan, Gus Miftah merencanakan jangkauan dakwahnya bisa diperluas lagi, tak hanya di Jogjakarta dan Bali

Karena ia siap untuk konsisten berjuang di jalur dakwah klub-klub malam.

Ia juga mengaku siap untuk mendatangi banyak tempat selama ada biaya.

"Rencana ke depan tidak hanya Jogja dan Bali. Tapi kafe yang ada di Indonesia harus ngaji. Artinya saya sendiri siap berjihad di bidang itu. Selama saya ada biaya, saya akan datangi di manapun," tandasnya.(*)

Artikel ini telah tayang pada TribunJakarta.com dengan judul Kisah Gus Miftah Berdakwah di Klub Malam: Diajak Berkelahi Preman, Digoda PSK Hingga Dicap Munafik, http://jakarta.tribunnews.com/2018/09/12/kisah-gus-miftah-berdakwah-di-klub-malam-diajak-berkelahi-preman-digoda-psk-hingga-dicap-munafik?page=all.

Penulis: Erlina Fury Santika

Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya

Editor: Edi Sumardi
Sumber: Tribunnews.com

Wanita Tewas Dalam Lemari Pernah Unggah Foto Bersama Pelaku, Sempat Usir dari Kos sebelum Dibunuh

Berita Populer