Kanal

Mengenal Gus Miftah yang Shalawat di Klub Malam; Diajak Berkelahi, Digoda PSK, dan Dicap Munafik

Gus Miftah - PESANTREN ORA AJI

"Kalau dari dalam, cuma ketemu orang mabuk, diajak kelahi atau dimaki-maki, itu biasa. Tapi kalo dari luar bilangnya, itu karena amplopnya kandel (banyak uangnya)," sambungGus Miftah.

Terkait biaya, ia justru mengaku seluruh akomodasi ditanggung oleh dirinya sendiri.

Bahkan kebutuhan para peserta pengajian di Jogjakarta, ia sendiri yang menyiapkan.

"Saya itu ngaji di Bosche Bali beli tiket sendiri. Karena saya nggak mau dikira motifnya ekonomi. Semuanya Lillah," aku Gus MIftah.

"Dan alhamdulillah selama perjalanan 14 tahun ini kalau saya ngaji di Sarkem pun konsumsi, konsumsi, mukena, sajadah, Al-Quran, itu semua saya yang bawain," lanjutnya.

Dengan begitu ia berharap tidak pernah terlibat masalah uang.

Sebab ia tak mau diasumsikan sebagai pendakwah yang berjuang karena motif ekonomi.

"Jadi saya tidak pernah mau terlibat soal uang dan sebagainya dengan mereka. Nanti kalau saya ada motif ekonomi, dikira kayak ustaz sebelah kan nggak mau saya," jelas Gus Miftah.

Kendati begitu, ia tak menutup pintu bagi rekan-rekan yang ingin membantunya.

"Dulu pernah Yusuf Mansur pernah bantu (sumbang) mukena. Itu orang lain. Tapi kalau saya disuruh minta, Insya Allah nggak deh," jelasnya.

Halaman
1234
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Tribunnews.com

Kronologi Polisi Gadungan Perkosa Siswi SMK di Hadapan Pacar, Berawal Kepergok Mesum di Warnet

Berita Populer