Kanal

Media Hong Kong Beberkan Dugaan Konspirasi Kejahatan Keuangan di Era SBY Berkuasa

Susilo Bambang Yudhoyono - KOMPAS.COM/SABRINA ASRIL

Laporan investasi itu merupakan gugatan yang dilayangkan Weston Capital International ke Mahkamah Agung Mauritius, pekan lalu.

Laporan berupa analisis forensik atau barang bukti yang dikumpulkan oleh tim penyidik ​​dan pengacara di Indonesia, London, Thailand, Singapura, Jepang dan negara-negara lain juga dilengkapi 80 halaman afidavit atau keterangan di bawah sumpah.

Laporan ini juga melibatkan serangkaian penyelidikan di lembaga keuangan internasional termasuk Nomura, Standard Chartered Bank, United Overseas Bank (Singapore) dan lain-lain.

Laporan itu menyebut banyak penipuan dan korupsi yang terjadi di pusaran PT Bank Century Tbk.

Bank ini direkapitalisasi pada tahun 2008 dan berganti nama menjadi Bank Mutiara.

Bahkan disebutkan dalam artikel ini Bank Mutiara juga disebut sebagai "Bank SBY," karena diyakini berisi dana gelap untuk menunjang Partai Demokrat, yang dipimpin oleh SBY.

Penipuan tersebut melibatkan dana misterius sebesar ¥ 97.682 milyar (USD 989.1 juta) atau sekitar 14 triliun yang ditawarkan grup keuangan J Trust di Tokyo pada tahun 2013.

Sumber dana tak wajar ini disebut memberi J Trust sumber daya untuk membeli Bank Century, yang dulunya diambil alih oleh pemerintah, direkapitalisasi setelah ratusan jutaan dolar dicuri, dan berganti nama menjadi Bank Mutiara pada tahun 2009.

Lucunya, sumber dana J Trust, di Bursa Saham Tokyo, tidak pernah diidentifikasi.

Dana tersebut seharusnya digunakan oleh J Trust untuk membeli Bank Mutiara dari LPS pada tahun 2014.

Halaman
1234
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Tribunnews.com

Video Viral Jokowi Hormat Sendiri saat Indonesia Raya Berkumandang, Begini Menurut Undang-undang

Berita Populer