Kanal

Lima Fakta Tewasnya 2 Mapala STKIP Bone: Mereka Membantu Panitia Masjid

TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG BARAT – Dua anggota kelompok mahasiswa pencinta alam (Mapala) Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah, Bone, meninggal dunia setelah ikut terjatuh dari tower antena tua,di pusat Kota Watampone, Bone, Selasa (11/9/2018) siang.

Dua korban tewas, dan satu lainnya dilaporkan masih dalam kondisi tak sadarkan diri.

Dini hari tadi korban selamat dirujuk dari RSUD Tenriawaru, Bone ke RSUP Wahidin Sudiro Husodo, di Tamalanrea, Makassar.

Berikut 7 Fakta tentang insiden itu:

1. LOKASI: Halaman timur, Kantor Dinas Perpustakaan Daerah Kabupaten Bone (eks Kantor Departemen Penerangan Bone), Jl. Ahmad Yani, Kelurahan Jeppe’e, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kota Watampone, Bone, sekitar 175 km sebelah tenggara Kota Makassar, ibu kota Sulsel.

Tower eks Kantor Penerangan di Jl. Ahmad Yani, Kelurahan Jeppe’e, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Bone, roboh, Selasa (11/9/2018). (justang/tribunbone.com)

2. KAPAN: Insiden terjadi sekitar pukul 14.20 wita, Selasa (11/9/2018). Mereka memanjat tower bekas antena pemancar radio. setinggi 30 meter, usai salat jamaah Lohor.

3.SIAPA: Ada dua korban tewas dan satu korban luka parah hingga pukul 22. 45 wita.

Almarhum M Akbar Spd dan Syafrijal Walka, dua anggota Mapala STKIP Muhammadiyah Bone, yang jadi korban tewas usai terjatuh dari tower tua di Kantor Dinas Perpustakaan Bone, Jl Ahmad Yani, Watampone, Selasa (11/9/2018) siang. (dok_facebook/mapala_STKIP_Bone)

MENINGGAL DUNIA: Muhammad. Akbar, S .Pd (usia 24 tahun). Akbar dengan sandi panggilan Derik Mpa 12 adalah mantan Ketua Umun Mapala STKIP Muhammadiyah Bone, periode 2016-2017.

Almarhum Akbar tercatat sebagai warga Kelurahan Pappolo, Kecamatan Tanete Riattang, Watampone. Dia sarjana pendidikan bahasa.

Akbar meninggal dengan luka patah di beberapa bagian tubuh dan pecah pada bagian kepala, Korban jatuh dan terbentur di bagian kepala di fondasi beton bakal bangunan Masjid Kompleks Kantor Dinas Perpustakaan Bone. Meninggal di TKP., pukul 14.30 wita.

Akbar_derik_Ketua Mapala STKIP_Bone (2016-2017)

SAPRIJAL ALIAS WALKA MPA 14. Usia 22 tahun. Semester akhir di Fakultas Ilmu Pendidikan STKIP. Almarhum Sjafrijal Walka ber-KTP Kelurahan Pappolo Kecamatan Tanete Riattang, Bone. Sjafrijal tak sadarkan diri dan tertimpa konstruksi antena pemancar radio dan meninggal sekira pukul 22.45 wita di UGD RSUD Tenriawaru Bone.

LUKA PARAH: RAHMATUN NAIR (22) ALIAS APPANG. Mahasiswa jurusan pendidikan Bahasa STKIP. Kelurahan Mattirowalie, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Watampone.
Jarak rumah Nair dengan lokasi kejadian hanya sekitar 200 meter.
Appang dalam kodisi kritis dengan luka memar di badan dan patah tulang. Rabu (12/9/2018( dini hari ini, dirujuk ke RSUP Wahidin Sudiro Husodo, Makassar.

Tower eks Kantor Penerangan di Jl. Ahmad Yani, Kelurahan Jeppe’e, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Bone, roboh, Selasa (11/9/2018). (justang/tribunbone.com)

4. BAGAIMANA:
SENIN (10/9/2018) pantia pembangunan Masjid di kompleks Perpustakaan meminta jasa tiga sekawan mahasiswa STKIP Watampone untuk merubuhkan tower eks antena pemancar radio milik Deppen Bone.
Usia tower segitiga dengan ukuran besi sebesar jari kelingking ini sekitar 20 tahun. Tinggi tower diperkirakan sekitar 30 meter.

Di sisi utara tower tua ini sudah berdiri tower baru dengan tinggi sekitar 42 meter.
Tower lama akan dirubuhkan dengan gergaji besi. Panitia masjid dan warga khawatir tower akan rubuh karena sudah keropos dan tali labram (bentangan kawat penahan konstruksi ke tanah sudah ada yang putus).
Panitia menghubungi mereka di Sekretariat Mapala STKIP Muhammadiyah Bone, Jl. Abu Daeng No. 62 Watampone
Usai Lohor, trio pemanjat tower membawa paralatan standar, Karabiner, tali, ransel.
Ketiganya memanjat bersamaan. Akbar di atas. Lalu Sjafrijal dan Appang.

5. KENAPA:
Nahasnya, tower yang besinya mulai keropos roboh. Tower yang patah diduga diketinggian 15- 20 meter. “Saat Akbar berada diatas tower untuk melepaskan kawat pengikat penahan tower, tiba-tiba bambu penahan tower tersebut patah dan seketika itu, tower besi milik Stasiun Radio Pemerintah tersebut rubuh dan menimpa dua orang rekan korban yang berada dibawah.” kata Ka;polsek Tanete Riattang Bone, AKP A Asdar.
Dari kesaksian warga, saat memanjat salah satu bambu penopang tower patah. Tiga mahasiswa gunakan dua bambu muda yang baru ditebang. Dugaan sementara, aparat polisi, konstruksi tower tua ini patah karena kelebihan beban.

Penulis: Justang Muhammad
Editor: Thamzil Thahir

VIDEO John Kei, Sosok Pembunuh Sadis Penghuni Sel Khusus Nusakambangan yang Kini Bertobat

Berita Populer