Kanal

Ingin Cetak Dai Kamtibmas, Penceramah di Maros Dirikan Sekolah Khusus

Lokasi pembangunan sekolah Dai oleh Ustad Hamka di di Lingkungan Butta Toa Selatan, Kelurahan Pettuadae, Turikale. - Ansar/tribunmaros.com

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Penceramah asal Maros, Hamka Mahmud, membangun sekolah Dai Kamtibmas di Lingkungan Butta Toa Selatan, Kelurahan Pettuadae, Turikale, Maros, Rabu (12/9/2018).

Pembanguan sekolah tersebut dilakukan setelah Hamka membangun Masjid Dai Kamtibmas, di Jl Bambu Runcing, Turikale.

Ustad Hamka sengaja mengumpulkan uang untuk membangun sekolah khusus, untuk mecetak Dai Kamtibmas yang andal.

"Pembangunan sekolah Dai sangat penting, untuk mencetak generasi muda yang akan menjadi benteng pertahanan dari berbagai ancaman," katanya.

Baca: Bikin Resah, Polres Maros Usut Tambang Ilegal di Tanralili

Saat ini, generasi terancam oleh radikalisme, terorisme dan narkoba. Hal tersebut sangat mudah merusak anak muda.

Sekolah dibangun untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Untuk memaksimalkan hal tersebut, harus dilakukan secara khusus dengan pendekatan tertentu.

"Perbedaan mendasar dengan sekolah lain, kita fokus untuk mengajarkan anak tentang cara menjaga Kamtibmas dengan pendekatan agama," katanya.

Para siswanya akan dididik untuk menjadi seorang penceramah, meskipun latar belakang sekolah mereka itu bersifat umum.

Sekolah yang akan berdiri di atas lahan wakaf milik orang tua Hamka ini, rencananya juga akan ada tahfidz Alquran, SMP dan juga SMK.

Baca: Gubernur Sulsel Hadiri Bazar Amal 1 Muharram AMTI Maros

Saat ini, proses pembangunan masih dalam pengerjaan pondasi. Anggarannya bersumber dari donasi warga yang peduli dengan Kamtibmas.

"Ini memang baru tahap awal karena dimulainya itu pada Agustus lalu. Kita kerja secara bertahap karena keterbatasan anggaran. Kami hanya andalkan dari donasi saja," katanya.

Dia berharap, pembangunan sekolah dapat berjalan lancar dan segera rampung.(*)

Penulis: Ansar
Editor: Mahyuddin

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer