Kanal

DKPP Putuskan Lima Komisioner KPU Bantaeng Tak Melanggar Kode Etik

Laporan Wartawan TribunBantaeng.com, Edi Hermawan

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Majelis Hakim DKPP membacakan putusan sidang dugaan pelanggaran Kode Etik oleh lima Komisioner KPU Bantaeng di Ruang Sidang DKPP Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Proses sidang etik itu dilakukan setalah lima komisioner KPU Bantaeng dilaporkan oleh tim Paslon Bupati Bantaeng pada 29 Juni 2018.

Komisioner Divisi Tehnis KPU Bantaeng, Andi Harianto menjelaskan bahwa lima komisioner KPU terlapor dinyatakan tidak terbukti melanggar kode etik.

"Alhamdulillah, Majelis Hakim DKPP memutuskan kami tidak melanggar kode etik dan nama baik kami direhabilitasi," ujarnya kepada TribunBantaeng.com.

Dengan hasil itu, dia mengaggap bahwa penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dilakukan KPU sudah benar, sebab DPT yang menjadi materi laporan pelapor.

Dia juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada semua penyelenggara pemilu di Bantaeng atas doa dan dukungannya.

"Ini pertanda, bahwa dalam proses penyusunan dan penetapan DPT selama Pilkada, kita sudah sesuai prosedur. Terimakasih atas dukungan teman-teman penyelenggara selama ini," tuturnya.

Lima komisioner KPU Bantaeng yang saat ini menjabat adalah Andi Nurbaeti, Andi Harianti, Marwiyah, Hamzar dan Samsul Qadri.

Mereka dilaporkan ke DKPP karena tim data Paslon Bupati Bantaeng nomor urut dua, Andi Sugiarti Mangun Karim-Andi Mappatoba (Sumanga'na) mendapatkan temuan data pemalsuan DPT pada Pilkada Bantaeng.

Mereka menemukan data rekayasa DPT sebanyak 13.392 pemilih, data invalid DPT sebanyak 3.174 kasus dan data ganda DPT sebanyak 582 pemilih.

Penulis: Edi Hermawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur

Video Mesumnya Diputar di Kelas dan Tersebar, Siswi Berprestasi di Karawang Terpaksa Pindah Sekolah

Berita Populer