Kanal

Di Depan Wabup Bulukumba, Manager PT Lonsum Mengatakan Siap Dipotong

Pertemuan antara masyarakat adat Kajang dengan PT London Sumatera (Lonsum) Bulukumba, berlangsung kurang lebih empat jam, Rabu (12/9/2018). - firki/tribunbulukumba.com

Didepan Wabup dan Masyarakat Adat Kajang, Manajer PT Lonsum Bulukumba Mengaku Siap Dipotong

Laporan Wartawan TribunBulukumba.com, Firki Arisandi

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Manajer PT London Sumatera (Lonsum) Bulukumba, Fahruddin Siregar, mengaku siap dipotong, jika masih ada aktivitas pengerjaan lahan di Desa Tamatto dan Bonto Mangiring.

Hal itu ia sampaikan di depan Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto, masyarakat Adat Kajang, dan Aktivis AGRA Bulukumba dalam proses mediasi di ruangan kerja wabup, Rabu (12/9/2018) siang.

"Mulai besok kalau ada pengerjaan, potong saya," kata Fahruddin disambut tepuk tangan.

Hal tersebut dilontarkan oleh Fahruddin sebagai wujud konsistensi bahwa PT Lonsum siap untuk menaati aturan.

Dalam pertemuan itu, Ketua AGRA Bulukumba meminta pihak PT Lonsum untuk menghentikan pengerjaan lahan, sebelum adanya pengukuran Hak Guna Usaha (HGU) dari tim yang dibentuk berdasarkan keputusan rapat di Kemendagri beberapa waktu lalu.

Pasalanya, aktivitas PT Lonsum di dua desa tersebut dinilai telah merusak sumber air masyarakat. Meski hal itu dibantah oleh pihak PT Lonsum.

Walaupun berjalan alot, PT Lonsum akhirnya legawa menerima permintaan masyarakat adat dan AGRA Bulukumba untuk menghentikan pengerjaan sementara.

Saat dimintai tanggapannya Ketua AGRA Bulukumba, Rudy Tahas, menilai statement Fahruddin Siregar merupakan bentuk jaminan.

Ia berharap, dengan adanya statement tersebut, tidak akan ada lagi aktivitas di areal sumber mata air milik warga.

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur

Kronologi Polisi Gadungan Perkosa Siswi SMK di Hadapan Pacar, Berawal Kepergok Mesum di Warnet

Berita Populer