Kanal

Bikin Resah, Polres Maros Usut Tambang Ilegal di Tanralili

Seorang warga memperlihatkan kerusahan sawah di Dusun Bontotangga, Desa Allaere, Kecamatan Tanralili, Maros - Ansar/Tribunmaros.com

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Polres Maros mengusut kasus tambang diduga ilegal yang meresahkan warga atau petani di Dusun Bontotangga, Desa Allaere, Kecamatan Tanralili, Rabu (12/9/2018).

Pengusutan tersebut dilakukan berdasarkan adanya laporan oleh seorang warga, Andi Makkawaru.

Kapolres Maros, AKBP Yohanes Richard mengatakan, pihaknya sementara menindaklanjuti kasus yang telah dilaporkan oleh perwakilan warga tersebut.

Polisi juga sudah turun ke lokasi melakukan pemeriksaan.

Baca: Warga Keluhkan Maraknya Akvititas Tambang Ilegal di Tanralili

"Sudah ditindaklanjuti perkara yang diadukan oleh pelapor. Kami juga sudah ke lokasi bersama pelapor. Hasilnya yang akan dimaksimalkan," katanya.

Sementara, perwakilan warga, Andi Makkawaru mengatakan, laporan tersebut dilakukan, lantaran pengusaha tambang merusak sejumlah pematang sawah, untuk digunakan sebagai lintasan truk.

"Pamatang sawah dirusak untuk dilintasi truk tambang. Pengrusahan dilakukan sepihak. Tidak ada pemberitahuan kepada kami," katanya.

Setelah merusak, pengusaha malah tidak memberikan ganti rugi ke warga.

Laporan pengrusakan sawah oleh petani telah diproses oleh Satuan Reskrim Polres Maros. Reskrim juga menghentikan aksi truk tambang.

Baca: DLH Maros Mengaku Heran Tambang di Moncongloe Masih Beroperasi

Sementara, pelapor juga sudah dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), pekan lalu.

Saat sementara proses pemeriksaan Makkawaru berlangsung, truk tambang kembali beroperasi dan merusak pematang sawah.

"Saya sudah di BAP, polisi juga sudah ke lokasi dan mengambil kunci kontak alat berat di sana. Tapi tidak lama kemudian, tambang kembali lagi beroperasi," katanya.(*)

Penulis: Ansar
Editor: Mahyuddin

Warga Gerebek Guru Honorer Asal Madura yang Cabuli Siswi SMP di Dalam Mobil, Awal Kenalan di Medsos

Berita Populer