Kanal

Satukan Komunitas Pemuda Barru, Bhabinkamtibmas Polsek Tanete Riaja Ini 'Nyambi' Usaha Warkop

Brigpol Haerul Akbar (32), anggota Bhabinkamtibmas Polsek Tanete Riaja Barru yang nyambi jadi pengusaha Warung Kopi (Warkop). - akbar hs/tribunbarru.com

Laporan Wartawan TribunBarru.com, Akbar HS

TRIBUNBARRU.COM, BARRU - Brigpol Haerul Akbar (32), anggota Bhabinkamtibmas Polsek Tanete Riaja Barru, nyambi jadi pengusaha Warung Kopi (Warkop).

Pria yang akrab disapa Haerul ini mendirikan Warkop di Jl AP Pettarani, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, tepatnya di Taman Colliq Pujie Alun-alun sebelah utara.

Haerul mengaku, tujuan utama dirinya membuka usaha Warkop untuk menyatukan berbagai kalangan masyarakat. Tak terkecuali komunitas motor maupun mobil yang saat ini banyak terbentuk di Barru.

"Awalnya, teman di komunitas saya memberikan saran untuk mendirikan Warkop supaya ada wadah dan tempat berkumpul untuk para komunitas di Barru, ide itu kemudian saya terima dan saya pun mendirikan Warkop ini," kata Haerul, yang tergabung dalam komunitas FU Barru Community (FBC) itu, Selasa (11/9/2018).

Nama brand Warkop yang didirikan Haerul yaitu Warkop Bahagia. Di Warkop yang didirikan sejak September 2017 lalu itu terdapat aneka minuman dingin dan panas.

Baca: Kemenag Sinjai Minta Pengelola Warkop dan Kafe Siapkan Sarana Ibadah

Baca: SPAK dan Gertak Enrekang Bahas Pencegahan Money Politik di Warkop Talaga

Ada jus alvokad, jeruk, teh tarik, soda dan masih banyak lagi jenis minuman lainnya. Sedangkan untuk minuman panas, seperti kopi dan teh susu juga tersedia.

Harganya pun sangat terjangkau, rata Rp 10 ribu per gelas. Sedangkan untuk makanan di Warkop Bahagia sementara ini hanya menjual indomie telur dengan harga Rp 12 ribu per porsi.

Haerul mengaku, warkop yang saat ini dikelolanya belum banyak mendapat pemasukan. Hal itu lantaran warkop yang sudah berdiri setahun itu baru aktif secara baik sebulan terakhir.

"Bulan-bulan sebelumnya saya percayakan sepenuhnya ke teman yang bekerja di sini. Tapi ternyata manajemen kurang bagus, makanya saya sekarang turun langsung tangani dan Alhamdulillah sudah baik," kata Haerul yang memperkerjakan dua karyawan.

Soal pemasukan, Haerul menyebut tak manjadi persoalan karena itu bukan hal utama. "Walaupun pemasukan sedikit tidak menjadi masalah, karena alasan saya mendirikan warkop ini juga supaya ketika teman-teman komunitas berkumpul, kami bisa sampaikan agar keamanan selalu dijaga, termasuk pesan-pesan tertib berlalu lintas," tuturnya.

Maka dengan cara itu, para komunitas pemuda Barru dapat menjadi pelopor dalam hal keamanan untuk masyarakat Barru.

"Kalaupun dari cara kita ini membawa banyak keuntungan materi untuk Warkop, saya anggap itu bonus dan berkah tersendiri bagi kami," ujar suami dari Namira itu.

Pantaun TribunBarru.com, Haerul tampak sibuk melayani setiap pelanggan yang memesan di Warkopnya.

Bahkan, Haerul juga tak sungkan mengantarkan langsung makanan dan minuman ke meja pelanggan yang telah memesan.(*)

Penulis: Akbar
Editor: Hasriyani Latif

Video Detik-detik dan Kronologi Anggota TNI Dikeroyok 7 Petugas Parkir setelah Terlibat Cekcok

Berita Populer