Kanal

Bebaskan Dua Eks Pimpinan DPRD Sulbar, ACC Minta KY Periksa Hakim Tipikor Mamuju

Sidang perkara dugaan korupsi dana APBD Sulbar 2016 yang mendudukkan empat eks pimpinan DPRD Sulbar sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Mamuju - TRIBUN TIMUR/NURHADI

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasan Basri

TRIBUN - TIMUR.COM, MAKASSAR - Lembaga Anti Corruption Commitee (ACC) Sulawesi sangat menyayangkan putusan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mamuju, terhadap dua eks unsur pimpinan DPRD Sulbar.

Putusan hakim menjatuhkan vonis bebas terhadap dua terdakwa mantan Ketua DPRD Sulbar Andi Mappangara dan mantan Wakil Ketua H Hamzah Hapati Hasan merupakan tamparan buruk bagi penegak hukum kasus korupsi.

"Kami sangat sayangkan putusan Hakim. Ini menambah deret panjang vonis bebas kepada koruptor. Kami desak Kejati segera ajukan kasasi," kata Wakil Direktur ACC Sulawesi, Kadir Wokanubun kepada Tribun, Senin (10/09/2018).

Kadir menilai putusan bebas terhadap dua terdakwa oleh Hakim Pengadilan Tipikor Mamuju, Sulbar patut dipertanyakan.

Baca: BREAKING NEWS: Mantan Ketua DPRD Sulbar Andi Mappangara Divonis Bebas

Pasalnya, keterlibatan unsur pimpinan DPRD Sulbar dalam pembahasan anggaran dana APBD Sulbar sangat jelas.

"Sebagai pimpinan tentunya bertanggungjawab dalam hal pembahasan anggaran yang tidak sesuai dengan mekanisme yang ada," ujarnya.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka pada 4 Oktober 2017, karena diduga patut bertanggung jawab terhadap sejumlah dugaan penyimpangan dalam proses penyusunan dan pelaksanaan APBD Provinsi Sulbar tahun anggaran 2016.

Mereka menyepakati besaran nilai pokok pikiran dengan total nilai anggaran sebesar Rp 360 miliar untuk dibagi-bagi kepada pimpinan maupun anggota DPRD Sulbar sebanyak 45 orang.

JumIah tersebut terealisasi pada tahun 2016 sebesar Rp 80 miliar untuk kegiatan di PUIPR, Disnakbud, dan Sekwan.

Halaman
12
Penulis: Hasan Basri
Editor: Mahyuddin

Viral Reaksi Ketum PSSI Edy Rahmayadi Menutup Wawancara Sepihak, soal Insiden Tewasnya The Jak Mania

Berita Populer