Kanal

Komunitas Literasi Barombong Buka Lapak Baca

Komunitas Literasi Kecamatan Barombong menggelar lapak baca di halaman Kantor Desa Moncobalang, Minggu (9/9/2018). - Waode Nurmin/TribunGowa.com

Laporan Wartawan Tribun Timur, Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Hari Literasi Sedunia yang diperingati setiap 8 September, dimaknai secara inspiratif oleh sejumlah komunitas.

Seperti yang dilakukan Komunitas Literasi Kecamatan Barombong yang menggelar lapak baca di halaman Kantor Desa Moncobalang, Minggu (9/9/2018).

Komunitas literasi yang diprakarsai oleh Arief dkk ini menilai, mengguritanya berita bohong atau hoaks di tengah masyarakat disebabkan oleh kemampuan literasi masyarakat yang masih rendah.

Olehnya dia menggelar lapak baca gratis bertajuk "Membaca Buku di Taman".

Baca: Dana Hanya Rp 2 Juta, Cabor Bulutangkis Gowa Ancam Mundur dari Porda

Arief menuturkan, lapak baca gratis bertujuan menumbuhkan minat baca dan mengajak masyarakat mencintai pengetahuan melalui buku.

"Kami menyadari minat baca buku di masyarakat, khususnya di Kecamatan Barombong masih sangat rendah. Makanya kami sengaja buka disini. Semoga saja mereka bisa rajin meski bukan baca buku dengan kami," katanya.

Komunitas ini menyediakan beragam buku bacaan.

Mulai dari buku Sastra, Sejarah, Filsafat, Agama, Olahraga, Seni Budaya, hingga buku kumpulan Puisi, Teknik Komputer, dan Pertanian.

Selain itu banyak pula buku-buku tua, komik anak-anak dan majalah remaja.

Di lapak baca yang beralas tenda besar itu terlihat aneka judul novel sastra seperti Tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Tour, novel Eka Kurniawan serta kumpulan cerita Agus Noor dan buku filsafat sastra karya Ahyar Anwar.

Baca: Prof Andalan Dilantik, Pegiat Literasi Bulukumba: Harap di Sulsel Ada Perpustakaan Berjalan

Salah satu pengunjung bernama Tauhid yang berasal dari Desa Biringala menanggapi positif kegiatan ini.

"Saya senang ada kegiatan lapak baca di kantor desa Moncobalang. Saya tertarik membaca buku-buku agama seperti Kisah 25 Nabi dan Rasul serta buku tentang hari kiamat," ujarnya.

Adapun pengunjung lain bernama Suhebar memilih membaca buku sejarah berjudul "Manusia Bugis".

Sementara Wahyu, pengunjung dari Desa Kanjilo berharap lapak baca ini juga bisa segera berkunjung ke desanya.(*)

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Mahyuddin

Warga Gerebek Guru Honorer Asal Madura yang Cabuli Siswi SMP di Dalam Mobil, Awal Kenalan di Medsos

Berita Populer