Kanal

Dollar Perkasa, Gapeksindo Sulsel Minta Penyesuaian Harga Proyek

Ketua Dewan Pengurus Daerah Gabungan Konstruksi Indonesia (Gapeksindo) Sulsel Andi Troy Martino (kiri) bersama Bendahara Umum Amir Bakriyadi curhat terkait pengembangan jasa konstruksi kala dollar AS menguat belakangan ini. - fadly/tribuntimur.com

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Makin menguatnya nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah ikut membebani sejumlah proyek infrastruktur yang memiliki bahan baku impor.

Beberapa curhatan pengusaha kontruksi pun mulai menguat. Salah satunya datang dari Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapeksindo) Sulsel.

Ketua DPD Gapeksindo Sulsel, Andi Troy Martino yang ditemui di salah satu kafe di bilangan Jl Mongingsidi Makassar, Minggu (9/9/2018), meminta adanya eskalasi atau penyesuaian harga proyek kepada pemerintah.

Hal ini penting, karena tingginya nilai tukar dollar AS terhadap rupiah memengaruhi nilai proyek yang memiliki material impor. Ini dinilai memberatkan kontraktor.

Baca: Dollar Menguat Pengusaha Konstruksi Menjerit, Pengeluaran Nambah hingga 10 Persen

"Tentu memberatkan untuk proyek yang material impor," katanya.

Troy begitu ia karib disapa, tengah berupaya untuk menggunakan material dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang lebih besar. Walau begitu, kata dia, tetap ada saja proyek yang harus menggunakan bahan baku impor.

"Nah kalau harganny naik, terus anggaran proyek yang diteken melebihi dari apa yang direncanakan. Kita mau cari tambahan di mana? Bisa-bisa kita terjerat kasus, dikarenakan volume proyek tidak sesuai," katanya.

Oleh sebab itu, ia berharap pemerintah bisa melakukan eskalasi serta kompensasi terhadap para kontraktor yang sedang menggarap sejumlah proyek dengan tingkat material impor yang tinggi.

"Harapannya satu, tentunya ada kompensasi dan eskalasi, harapannya kan gitu. Karena ini kan di luar ekspektasi kita semua. Jadi supaya kita juga tetap bisa, eskalasi dimungkinkan untuk menghadapi isu ini," kata dia.

Baca: Kurs Dollar Menguat, Warga Makassar Borong Emas Antam

"Kedua, kita berusaha menempatkan TKDN semaksimal mungkin. Supaya ketergantungan impor yang sangat rentan terhadap pasar bisa kita minimalisir," lanjutnya.

Ia pun meminta kepada pemerintah dan stakeholder terkait untuk duduk bersama, membicarakan hal ini.

"Tidak hanya jangka pendek saja, jangka panjang juga. Sehingga ke depan, harga material impor dapat sesuai dengan harga e-katalog hari ini sesuai kurs dollar," ujarnya. (aly)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Mahyuddin

VIDEO John Kei, Sosok Pembunuh Sadis Penghuni Sel Khusus Nusakambangan yang Kini Bertobat

Berita Populer