Kanal

Curhat Kades Tabarano Lutim, Sudah Ganti Bupati Jalan Desa Tak Kunjung Diaspal

Kepala Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) wilayah Sulawesi, Muchksin, anggota Komisi IV DPR RI, Luthfi Andi Mutty saat berkunjung di Desa Tabarano, Sabtu (8/9/2018). - ivan ismar/tribunlutim.com

Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Kepala Desa Tabarano, Rimal curhat jalan desanya sudah puluhan tahun tidak pernah diaspal oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur.

Itu disampaikan Kepala Desa Tabarano, Rimal kepada Kepala Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) wilayah Sulawesi, Muchksin, anggota Komisi IV DPR RI, Luthfi Andi Mutty.

Muchksin dan Luthfi Andi Mutty saat berkunjung di Desa Tabarano, Sabtu (8/9/2018). Rimal mengatakan jalan rusak sudah puluhan tahun diperjuangkan agar bisa diaspal. Namun tak kunjung diaspal.

"Sudah berkali-kali ganti presiden termasuk gubernur dan bupati namun akses jalan tidak bisa dibangun," kata Rimal dalam rilisnya, Minggu (9/9/2018).

Baca: Warga Miris, Banyak Jalan Rusak Parah di Sengkang

Baca: Jalan Rusak Parah, Perekonomian Warga Dermaga Penyeberangan Sulteng-Lutim di Sorowako Lumpuh

Karena kondisi itu, Rimal mengatakan hidup warga Desa Tabarano terbelakang dibanding warga desa lain di Luwu Timur.

"Sudah puluhan tahun warga Desa Tabarano hidup terbelakang lantaran akses jalan yang tidak layak," ujarnya.

Rimal juga menyebut jalan tidak bisa diaspal yang panjangnya 2 kilometer disebabkan lokasinya masuk dalam kawasan hutan lindung.

Warga Desa Tabarano berharap pemerintah segera melepas status kawasan hutan lindung agar bisa dibangun jalan permanen.

"Hanya 2 km saja jalan yang masuk kawasan hutan lindung. Sebenarnya siapakah yang mau di lindungi disini, hutannya atau masyarakatnya pak," ujar Rimal.

Menanggapi curhat tersebut Mucksin menegaskan jika cuma 2 km saja masuk dalam kawasan hutan lindung maka bisa dilepas. "Ini tugas saya, dan ini bisa dilepas demi untuk kemajuan masyarakat," katanya.

Asisten 1 Pemerintah Luwu Timur, Dohri As'Ari mengatakan, keluhan warga sudah diusulkan pemkab ke Kementerian Kehutanan RI. Hanya saja belum terealisasi.

"Tapi pemkab sudah menganggarkan pengaspalan jalan masuk ke Tabarano sepanjang 12 km," katanya.

"Ini akan dieksekusi pada anggaran 2019 nanti. Kan hanya km 5 dan 6 saja yang masuk kawasan, ini nanti akan kita minta izin tertulis dari kementerian," tuturnya.(*)

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Hasriyani Latif

VIDEO John Kei, Sosok Pembunuh Sadis Penghuni Sel Khusus Nusakambangan yang Kini Bertobat

Berita Populer