Kanal

Dolar Menguat, Impor dan Harga BBM Tetap Normal

Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi, M Roby Hervindo pada Family Gathering (Famgat) Saribattang di Yogyakarta menjelaskan bagaimana realisasi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pulau Sulawesi selama setahun. - TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD FADHLY ALI

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Impor Bahan Bakar Mineral tercatat Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel menjadi tertinggi hingga Juli 2018.

Tercatat periode Januari-Juli, impor komuditas Bahan Bakar Mineral di angka US$ 261,11 juta dollar atau Rp 3,886 triliun (US$ 1 = Rp 14.884).

Dengan menguatnya harga dollar apakah impor Bahan Bakar Mineral berkurang?

Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina MOR VII Sulawesi, M Roby Hervindo yang dihubungi Jumat (7/9/2018) menuturkan, impor BBM ke Sulsel tidak ada pengurangan.

"Semua berjalan normal mas. Bahkan kami juga tidak ada kenaikan harga," kata Roby.

PT Pertamina (Persero) menegaskan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Pertamina tidak mengalami penyesuaian.

"Harga BBM Pertamina masih tetap dan belum ada rencana penyesuaian harga," katanya.

Sebagai salah satu badan usaha hilir migas, Pertamina akan terus memantau kondisi nilai tukar rupiah ini, agar Pertamina tetap mampu menjaga penyediaan dan melayani kebutuhan BBM di masyarakat.

Selaku Badan Usaha, Pertamina akan melaporkan setiap perubahan harga BBM kepada Pemerintah dalam hal ini Menteri ESDM, sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 34 tahun 2018 tentang perhitungan harga jual eceran BBM.

"Pertamina patuh pada aturan Pemerintah bahwa setiap penyesuaian harga harus dilaporkan dahulu," kata Adiatma. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Anita Kusuma Wardana

Pimpin Selawatan di Panggung, Wanita Ini Mendadak Pingsan lalu Meninggal Dunia

Berita Populer