Kanal

Paket Umrah Naik 10%, Sekarang Pakai Hitungan Dollar

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Asosiasi Muslim Pengusaha Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Sulawesi, Maluku, dan Papua, Azhar Gazali - fadly/tribuntimur.com

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Efek menguatnya dollar terhadap rupiah, dialami perusahaan jasa penyedia ibadah haji dan umrah di Sulsel.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji & Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Regional Sulampua, Azhar Gazali menuturkan, sejak dollar menguat, ada penyesuaian harga paket umrah.

"Sehingga untuk kondisi sekarang kita jualan dengan harga jual dollar saja," katanya.

Penyesuaian harga bila dirupiahkan di angka Rp 500 ribuan. "Tetapi kalau mau aman di 10 persen lah," kata Azhar via pesan WhatsApp, Kamis (6/9/2018).

Lelaki berkacamata itu menjelaskan, dulu paket 9 hari bisa dijual mulai Rp 21 jutaan. Tetapi sekarang malah ada yang naikkan sampai Rp 22 jutaan.

"Kondisi ini bikin kita puyeng. Tidak ada kata lain selain penyesuaian harga pembiayaan umrah menjadi solusi," ujarnya.

Langkah strategis pun dilakukan. Mulai dari create produk labih menarik diikuti pelayanan yang lebih baik, mengatur jadwal keberangkatan, dengan memberikan solusi tabungan umrah bekerjasama dengan perbankan hingga jualan paket ekonomis. Sehingga bisa menekan harga tapi tetap mengakomodir keberangkatan

"Hal tersebut diperkuat dengan kerjasama bareng vendor international diikuti negoisasi harga," katanya. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Nurul Adha Islamiah

Gadis di Sumbar Diperkosa Teman Pacar saat Kelelahan Mendaki Gunung hingga Akhirnya Tewas

Berita Populer