Kanal

LSM Peduli Toraja Soroti Bangunan Liar di Badan Sungai

Pondasi Bangunan Liar di Badan Sungai Yang Berlokasi di Jl Frans Karangan, Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Kamis (6/9/2018). - HANDOVER

Laporan Wartawan TribunToraja.com, Risnawati

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Toraja, Yulius Dakka menyoroti pondasi bangunan liar di badan sungai yang berlokasi di Jl Frans Karangan, Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Kamis (6/9/2018).

Menurutnya, kejahatan manusia terhadap lingkungan sungai di Toraja Utara semakin membrutal.

"Pemda tidak boleh diam dengan kondisi ini, karena dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh penyempitan sungai bisa berakibat fatal bagi kelangsungan hidup manusia, apalagi jika terjadi banjir," tuturnya.

Yulius mengatakan, lokasi pondasi bangunan liar berjarak hanya ratusan meter dari rumah jabatan (Rujab) Bupati Toraja Utara.

"Kelakuan bagi yang membangun di badan sungai, harus segera ditindak jangan ditunda-tunda dengan alasan apapun, sungai tidak boleh dikuasai oleh perorangan," tambahnya.

Diapun berharap, Kepada Dinas terkait agar menerbitkan semua kegiatan pembangunan di sungai yang melakukan pengrusakan lingkungan.

"Saya caleg, tapi bukan berarti saya harus bungkam melihat keadaan ini, kepentingan umum jauh lebih baik dari pada kepentingan politik saya," ucap Yulius.

Dia meminta kepada wakil rakyat di DPRD, agar menyuarakan hal yang menyangkut kepentingan orang banyak, sebab lingkungan sungai adalah kepentingan semua umat manusia yang perlu dijaga dari eksploitasi.

"Kepada Pemkab, kalau persoalan sungai dan bantaran tidak ditindaki juga, maka hal ini akan kami laporkan sebagai sebuah tindak pidana sebab terjadi pembiaran," tegasya.

"Pak Bupati dan Anggota DPRD digaji oleh negara untuk mengambil kebijakan, bukan sikap diam melihat pengrusakan lingkungan," tutup Yulius. (*)

Penulis: Risnawati M
Editor: Anita Kusuma Wardana

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer