Kanal

Pertamina Bikin Nelayan Desa Una-una Melaut Lebih Nyaman

Desa Una-una, Kecamatan Una-Una, Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah telah banyak merasakan dampak pasca beroperasinya SPBU Kompak 76.946.01. - HANDOVER

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Desa Una-una, Kecamatan Una-Una, Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah telah banyak merasakan dampak pasca beroperasinya SPBU Kompak 76.946.01.

Kini masyarakat di Desa Una-Una dan Kepulauan Togean lebih mudah mendapatkan BBM dengan harga yang sama dengan wilayah lainnya. Premium Rp 6.450 dan Solar Rp 5.150.

Selain itu, Pertamina meningkatkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, dengan progam Bina Lingkungan PT Pertamina Marketing Operation Region VII Sulawesi.

General Manager MOR VII, Tengku Fernanda hadir langsung menyerahkan bantuan CSR Bina Lingkungan berupa empat mesin perahu katinting dan enam MCK senilai Rp 50 juta. Ini diberikan secara simbolis kepada Kepala Desa Una-una Sukri Dg Situdju, Rabu (5/9/2018).

"Bantuan ini sebagai upaya Pertamina bersama masyarakat Desa Una-Una dalam mewujudkan kemandirian warga. Bantuan mesin perahu katinting ditujukan untuk Kelompok Nelayan Bandeng I sedangkan bantuan MCK ditujukan untuk masyarakat Dusun II Muara Bandeng, Desa Una-Una," katanya.

Bantuan mesin perahu katinting diberikan mengingat sebagian nelayan yang belum memiliki alat transportasi motor laut. Selama ini mereka hanya menggunakan kapal dengan kayuh kayu untuk melaut, sedangkan lokasi mencari ikan kini makin jauh. Akibatnya nelayan tidak mampu mencapai lokasi tersebut sehingga hasil tangkap mereka minim.

"Dengan adanya bantuan mesin perahu katinting ini diharapkan dapat menambah jarak dan mempersingkat waktu tempuh melaut. Sehingga dapat membantu meningkatkan hasil perikanan bagi para nelayan yang ada di Desa Una-Una," ujarnya

Sementara itu, bantuan 6 unit MCK diberikan mengingat sarana MCK belum terpenuhi secara menyeluruh. Di Dusun II Muara Bandeng terdapat kurang lebih 86 Kepala Keluarga (KK) yang belum memiliki tempat buang hajat yang layak. Kebanyakan mereka menggunakan lingkungan sekitar untuk membuang hajat. Sehingga kebersihan lingkungan menjadi terganggu dan warga rawan terkena penyakit.

"Semoga dengan adanya MCK baru, dapat membantu meningkatkan kesehatan masyarakat serta menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk memelihara dan menjaga lingkungan agar bersih dan nyaman, sehingga layak untuk ditempati," kata Tengku.

Pemberian bantuan Bina Lingkungan di Desa Una-una ini merupakan rangkaian dari kegiatan ‘Tour de Terumbu’ yang dilakukan Pertamina di Kepulauan Togean pada tanggal 5-7 September 2018.

Pada puncaknya besok Kamis, (6/9/2018) Pertamina MOR VII akan melakukan transplantasi 5.600 bibit karang di bawah laut Pulau Pangampea serta dilanjutkan pemberian bantuan pelatihan dan alat kerajinan batok kelapa senilai Rp 90 juta bagi masyarakat di Pulau Katupat.

Sebelumnya, sesuai dengan namanya, kegiatan ‘Tour de Terumbu’ ini tidak hanya dilakukan di Kepulauan Togean, namun tur transplantasi karang di 3 lokasi.

“Selain di Kepulauan Togean, rangkaian tur kegiatan transplantasi karang ini telah didahului di dua lokasi di wilayah Sulawesi Tenggara yakni di Wakatobi, 1000 bibit pada Sabtu, (25/08) dan di Kolaka, 200 bibit pada Rabu, (29/08) lalu,” katanya. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Nurul Adha Islamiah

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer