Kanal

Petani Luwu Ini Perkosa Anak Tirinya karena Istri Sering ke Acara Pengantin

Pelaku pencabulan anak tiri, IB (39), di ruang Sat Reskrim Polres Luwu, Jl Merdeka Selatan, Kecamatan Belopa, Luwu, Senin (3/9/2018). - desy/tribunluwu.com

Laporan Wartawan TribunLuwu.com, Desy Arsyad

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - IB (39), petani asal Dusun Batari, Desa Sampano, Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, ditangkap setelah dilaporkan telah memperkosa anak tirinya, DR (13). IB mengaku sudah lima kali menyetubuhi DR, sejak anak tirinya itu kelas empat sekolah dasar hingga kini telah berusia 14 tahun.

IB mengaku melakukan perbuatan bejatnya itu karena sering ditinggal istri.

"Istriku selalu pergi-pergi. Biasa dia pergi ke acara pengantin malam baru pulang, padahal saya juga butuhkan dia. Biasa dia pergi sampai tujuh hari," kata IB, di ruang Satreskrim Polres Luwu, Jl Merdeka Selatan, Kecamatan Belopa, Luwu, Senin (3/9/2018).

Awalnya ia sering melihat anak tirinya itu tidur sendiri di kamarnya, hingga dia tergiur.

"Saya lakukan tiga kali di rumah di waktu malam saat istri tidak ada, dan dua kali di kebun cengkeh saat siang," ungkapnya.

"Jadi, motifnya karena pelaku selalu medapati korban sendiri di rumah, dengan itu pelaku tergiur dengan anak tirinya sendiri, apalagi sang istri selalu tidak berada di rumah, sehingga dia melakukan persetubuhan," ujar Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim Polres Luwu, Ipda Abdul Azis.

Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat pasal 81 ayat tiga undang-undang nomor 17 tahun 2016 yang diubah menjadi undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Kasus ini terungkap setelah DR tidak tahan lagi dengan perbuatan IB lalu melaporkan ke keluarganya.

Diantar keluarganya, DR melapor ke Polres Luwu tiga hari lalu.

Penulis: Desy Arsyad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur

Video detik-detik Vicky Prasetyo Gerebek Angel Lelga sedang Selingkuh di Kamar Pukul 2 Dinihari

Berita Populer