Kanal

Awal Pekan, Nilai Rupiah Terus Melemah

Teller sebuah bank di Jakarta Selatan menghitung uang rupiah di atas dolar Amerika Serikat. - TRIBUNNEWS/HERUDIN

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Nilai tukar rupiah terus melemah di awal pekan ini.

Terlebih saat dibuka di perdagangan hari ini, Senin (3/9/2018).

Dilansir kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) di laman bi.go.id rupiah terkerek tak lebih 0,56 persen.

Pada Senin ini, rupiah di posisi Rp 14.767 per dollar Amerika Serikat (AS). Angka tersebut tertinggi sejak 1998 lalu.

Sebelumnya, pada Jumat lalu, rupiah di posisi Rp 14.711 per dollar Amerika Serikat.

Selasa hingga Jumat, Rupiah terus melemah. Tercatat pada Selasa (28/8/2018) rupiah di posisi Rp 14.614 per dollar AS, lalu melemah kembali pada Rabu (29/8/2018) di angka Rp 14.643 per dollar AS.

Kamis (30/8/2018) lagi-lagi rupiah melemah di angka Rp 14.655 per dollar AS. Dan terakhir pada Jumat kembali melemah di angka Rp 14.711 per dollar AS.

Merespon hal tersebut, Deputi Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KP) Sulsel, Dwityapoetra Soeyasa Besar yang dihubungi Senin (3/9/2018) menuturkan, intinya BI akan mengawal secara lebih ketat perkembangan nilai tukar rupiah.

"Hal yang akan dilakukan antara lain meningkatkan volume intervensi di pasar valas, melakukan pembelian SBN di pasar sekunder, membuka lelang FX Swap, membuka jendela untuk swap hedging," katanya.

Selain itu, melakukan kordinasi dengan Pemerintah, OJK, dan stake holder lainnya untuk menjaga stabilitas tetap baik khususnya potensi spill over dari masalah yang terjadi di Turki dan Argentina.

"Ayo sama-sama kita atasi fenomena pelemahan ini secara lebih solid," ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Nurul Adha Islamiah

Dijual untuk 'Nikah Bayaran' ke Cina, 11 Wanita Indonesia Disiksa Bak Hewan, Hukum Hambat Kepulangan

Berita Populer