Kanal

Dollar AS Kian Menguat, Bank Indonesia Kawal Ketat Stabilitas Rupiah

Ilustrasi - KOMPAS/HERU SRI KUMORO

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pergerakan kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat terus melemah.

Pada akhir pekan lalu berada di level Rp 14.711 per dollar AS dari posisi sebelumnya Rp 14.655 per dollar AS.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam rilisnya berkomitmen untuk mengawal secara ketat stabilitas nilai tukar Rupiah.

Serangkaian langkah stabilisasi telah ditempuh Bank Indonesia.

“Pertama meningkatkan volume intervensi di pasar valas, kedua melakukan pembelian SBN di pasar sekunder, ketiga membuka lelang FX Swap, dengan target lelang pada Jumat 400 juta dollar AS, dan keempat senantiasa membuka windows swap hedging,” kata Perry Warjiyo.

Baca: Bank Indonesia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Capai 7,5 Persen di Kuartal 3

Selain itu, BI juga senantiasa meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memastikan bahwa stabilitas nilai tukar dan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga.

Bank Indonesia juga senantiasa mewaspadai berbagai risiko yang mungkin timbul di tengah ketidakpastian global sebagaimana yang terjadi pada Turki dan Argentina.

“Dengan dukungan kebijakan baik moneter, stabilitas sistem keuangan maupun fiskal yang berhati-hati, serta komitmen Pemerintah yang kuat khususnya dalam mengurangi defisit transaksi berjalan, Bank Indonesia meyakini ketahanan ekonomi Indonesia," katanya.

Otoritas moneter itu memperkirakan hingga akhir tahun defisit transaksi berjalan dapat mengarah pada 2,5 persen dari PDB pada tahun 2018, dan 2 persen dari PDB pada tahun 2019.

Khususnya didukung oleh beberapa kebijakan Pemerintah antara lain melalui kebijakan B20, penguatan sektor pariwisata, penundaan beberapa proyek Pemerintah, dan peningkatan ekspor.

Baca: Rupiah Terus Melemah, Hari Ini di Posisi Rp 14.711 Per Dollar AS

Deputi Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KP) Sulsel Dwityapoetra Soeyasa Besar menambahkan, pihaknya akan mengawal ketat perkembangan nilai tukar rupiah.

"Hal yang akan dilakukan antara lain meningkatkan volume intervensi di pasar valas, melakukan pembelian SBN di pasar sekunder, membuka lelang FX Swap, membuka jendela untuk swap hedging," katanya,  Minggu (2/9/2018).

Selain itu, melakukan kordinasi dengan Pemerintah, OJK, dan stake holder lainnya untuk menjaga stabilitas tetap baik khususnya potensi spill over dari masalah yang terjadi di Turki dan Argentina.

"Ayo sama-sama kita atasi fenomena pelemahan ini secara lebih solid," ujarnya.(aly)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Mahyuddin

Viral Rumah Bohemian Rapsody di Blitar, Gaya Eropa dan Dianggap Mistis, Lihat Video Penampakannya

Berita Populer