Kanal

Waspadai Penyakit Jantung Koroner! Ini Gejalanya

Ilustrasi sakit jantung -

TRIBUN-TIMUR. COM, MAKASSAR - Dari hasil Survei Sample Regristration System (SRS) pada 2014 di Indonesia menunjukkan, Penyakit Jantung Koroner (PJK) menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah stroke, yakni sebesar 12,9 persen.

Data World Health Organization (WHO) tahun 2012 menunjukkan 17,5 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit kardiovaskuler atau 31 persen dari 56,5 juta kematian di seluruh dunia.

Lebih dari 3/4 kematian akibat penyakit kardiovaskuler terjadi di negara berkembang yang berpenghasilan rendah sampai sedang.

Dari seluruh kematian akibat penyakit kardiovaskuler 7,4 juta (42,3 persen) di antaranya disebabkan oleh Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan 6,7 juta (38,3 persen) disebabkan oleh stroke.

Baca: WASPADA! 5 Gejala Penyakit Jantung yang Sering Tidak Disadari

Maka dari itu kita perlu mengenal apa itu Penyakit Jantung Koroner.

Penyakit Jantung Koroner pada mulanya disebabkan penumpukan lemak pada dinding dalam pembuluh darah jantung (pembuluh koroner).

Kemudian diikuti oleh berbagai proses seperti penimbunan jaringan ikat, perkapuran, pembekuan darah, dan lain-lain yang kesemuanya akan mempersempit atau menyumbat pembuluh darah tersebut.

"Penyempitan atau penyumbatan pembuluh koroner menyebabkan kematian dari otot-otot jantung," tutur dr Muh Husein Latief SpJP, bagian Jantung & Pembuluh Darah Siloam Hospital Makassar.

"Dikenal dalam dunia kedokteran istilah “Time is Muscle”, yang artinya semakin cepat Penyakit Jantung Koroner ditangani maka otot jantung yang bisa diselamatkan makin banyak," lanjutnya memberikan keterangan.

Gejala yang umum dirasakan yaitu nyeri dada atau ketidaknyamanan pada dada, nyeri ini bisa menjalar ke leher, rahang, bahu, lengan sisi kiri, punggung, ulu hati (sering dianggap maag).

Nyeri ini ringan sampai dengan berat. Dapat disertai sesak nafas, keringat dingin.

Baca: Jadi Tempat Rujukan, RSUD Latemmamala Hanya Miliki Satu Dokter Jantung

Gejala berlangsung lebih dari lima menit terus menerus, irama denyut jantung yang tidakstabil (aritmia) bahkan bisa menyebabkan henti jantung (sudden cardiac arrest) yang bila tidak ditangani dengan cepat dapat menyebabkan kematian.

"Jika gejala-gejala itu terjadi hendaknya segera mencari pertolongan ke rumah sakit secepatnya," saran Muh Husein Latief.

Penyakit Jantung Koroner wajib diwaspadai dan bisa dicegah dengan cara menerapkan gaya hidup sehat, olahraga teratur, stop rokok, kurangi stress, kurangi makanan berlemak, perbanyak sayur dan buah.

Lalu berobat teratur bagi mereka yang mempunyai faktor risiko Penyakit Jantung Koroner, misalnya penyakit hipertensi dan atau diabetes.(*)

Penulis: Hasrul
Editor: Mahyuddin

Dicurigai karena Perutnya Membesar, Siswi SD di Bengkulu Diperkosa Ayah Kandung hingga Hamil 5 Bulan

Berita Populer