Kanal

Pembiayaan LPEI Tembus Rp 103,6 Triliun Hingga Juni 2018

Kiri ke kanan, Bambang Adi W. (Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Kemenko Perekonomian), Arlinda (Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag / Anggota Dewan Direktur LPEI), Heru Pambudi (Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu), Indra Wijaya Supriadi (Direktur Pelaksana II LPEI) di sela jumpa pers Business Talk di salah satu hotel di Jl Andi Djemma Makassar, Kamis (30/8/2018). - abdiwan/tribuntimur.com

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) terus menggenjot pembiayaan ekspor.

Hingga Juni 2018, pembiayaan LPEI mencapai Rp 103,66 triliun atau tumbuh 6,7 persen dari Juni 2017.

Khusus pembiayaan Usaha Kecil Menengah Ekspor (UKME) di Juni 2018 tercatat Rp 14,2 triliun atau tumbuh 23,4 persen dari Juni 2017.

LPEI merupakan lembaga keuangan khusus, milik pemerintah melalui kemenkeu, yang diberi mandat mendukung kinerja ekspor nasional melalui penyediaan pembiayaan, penjaminan, asuransi, dan jasa konsultasi.

Baca: Ini Langkah Bea Cukai LPEI Hadapi Tantangan Ekspor di Kawasan Indonesia Timur

Ketiga fasilitas tersebut diberikan untuk segmen korporasi dan juga sektor UKM.

Direktur Pelaksana II LPEI Indra Wijaya Supriadi di sela jumpa pers Business Talk di salah satu hotel di Jl Andi Djemma Makassar, Kamis (30/8/2018) menuturkan, LPEI menunjukkan kinerja yang solid selama hampir sembilan tahun menjalankan mandatnya.

"Aset LPEI telah meningkat dari Rp 12,9 triliun di Desember 2009 menjadi Rp 115,9 triliun di Juni 2018, atau tumbuh 798,4 persen," katanya.

Sejalan dengan pertumbuhan aset, pembiayaan tumbuh siginifikan 1.017 persen menjadi Rp 103,66 triliun di Juni 2018 dibanding Desember 2009 di angka Rp 9,3 triliun.

Aktivitas lainnya yakni memberi bimbingan dan jasa konsultasi kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi guna meningkatkan kapabilitasnya.

"Hal ini menjadi bukti bahwa sektor UKM ekspor (UKME) selalu menjadi prioritas bagi LPEI," katanya.

Baca: Dorong Peningkatan Ekspor dan Perekonomian Nasional, OJK Terbitkan Paket Kebijakan ini

Pembiayaan LPEI tertuju ke komoditas ekspor unggulan Pemerintah seperti crude palm oil (CPO) serta tekstil dan produk tekstil (TPT) yang terus mengarah kepada komoditas yang bernilai tambah serta diversifikasi produk lainnya. "Setidaknya terdapat 50 jenis komoditas yang dibiayai," kata Indra.

LPEI juga berupaya untuk searah dengan program Pemerintah untuk diversifikasi pasar produk ekspor, terutama ke Afrika, Asia Selatan, dan Amerika Latin atau dikenal dengan pasar non-tradisional. (aly)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Mahyuddin

Pengakuan Wanita Penabrak Anggota Polisi usai Terobos Rombongan Presiden Jokowi

Berita Populer