Kanal

Mengenal Lebih Dekat Hardiansyah Muliang, Atlet Sepak Takraw Sulsel yang Turut Sumbang Medali

Muhammad Hardiansyah Muliang - handover

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Di usianya yang menginjak 24 tahun, Muhammad Hardiansyah Muliang tengah membangun masa depannya. Berprestasi sebagai atlet sepaktakraw Nasional bahkan mewakili Indonesia di ajang Asian Games 2018, Hardiansyah tetap berpikir untuk terus melanjutkan pendidikannya hingga strata tertinggi.

Kini, pemuda asal Pinrang kelahiran Parepare itu tercatat sebagai mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM) jurusan Pendidikan Jasmani semester III. Menurutnya, terus mengejar prestasi sebagai atlet tak membuatnya terhalang di jalur akademik.

Alasan utamanya terus melanjutkan pendidikan lantaran dirinya bercita-cita menjadi seorang dosen. "Harapannya nanti supaya bisa jadi dosen, mengajar dan bisa menjadi jalur untuk menyalurkan pengalaman prestasi ke generasi selanjutnya," ujarnya saat dihubungi, Rabu (29/8/2018).

Baca: Kadir Halid Nonton Langsung Pertandingan Sepak Takrow Asian Games 2018 di Palembang\

Baca: Atlet Sepak Takraw Asal Balanglompo Pangkep Raih Perak di Asian School Game Malaysia

Selain itu alasan lain mengapa Hardiansyah ingin terus bersekolah sebab ia ingin melampaui pencapaian orangtuanya. "Kan bapak sampai S1 dan sekarang jadi guru Otomotif di SMKN 2 Parepare, jadi saya harus lebih dari itu," ungkapnya.

Memilih bergelut sebagai atlet sepak takraw, Hardiansyah memulainya dari usia Sekolah Dasar. Saat duduk di bangku SD, ia tengah berada di lingkungan sekolah yang murid-muridnya senang dengan sepak takraw.

"Saya sama teman-teman sering main takraw, saya tertarik karena lihat olahraga ini akrobatik bisa salto-salto, apalagi orangtua terutama keluarga Ibu itu memang senang olahraga juga meskipun Voli, jadinya saya dapat dukungan," terangnya.

Saat duduk di kelas V, dirinya sudah berlaga di pentas Nasional. Kala itu ia mengikuti Kejurnas usia dini yang kemudian berlanjut hingga tingkatan lebih tinggi termasuk mewakili Sulsel di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) dan Pekan Olahraga Nasional (PON).

"Semuanya bisa saya peroleh dan konsisten berkat dukungan penuh orangtua makanya bisa berjalan dengan lancar, soal berprestasi dan mewakili Indonesia itu soal keinginan saja dan kerja keras dan yang terpenting adalah doa," ungkap alumni SMAN 1 Parepare itu.

Sepanjang gelaran Asian Games 2018, Muhammad Hardiansyah Muliang, telah menyumbangkan tiga medali. Masing-masing dua medali perunggu di nomor tim regu putra dan doubel event tim putra.

Serta satu medali perak di nomor beregu putra cabang Olahraga Sepaktakraw.

Meski belum mempersembahkan medali emas, namun mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM) ini masih memiliki peluang untuk meraih medali tertinggi itu di nomor Quadrant.

Saat ini nomor Quadrant putra masih babak penyisihan, tetapi Hardiansyah bersama tim putra Indonesia telah memenangkan dua laga penyisihan.

"Sebenarnya masih ada dua pertandingan penyisihan tetapi kalau kita menang satu kali saja, tiket ke semifinal sudah dikantongi. Terus soal medali perak yang didapat sebelumnya kita sebenarnya bisa menang di final cuman bukan rejeki, tapi Insya Allah di nomor terakhir ini bisa lebih baik," ujarnya.

Penulis: Alfian
Editor: Anita Kusuma Wardana

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Berita Populer