Kanal

Gas 3 Kg Dipakai Aliri Sawah saat Musim Kemarau, Begini Kata Pertamina

Manager Komunikasi dan CSR Pertamina MOR VII Roby Hervindo - HANDOVER

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) VII Hiswana Migas Sulawesi Hasbidin menilai hilangnya stok LPG 3 kilogram (kg) di beberapa kabupaten/kota di Sulsel merupakan musiman.

Lucunya, pemerintah baru kelimpungan saat terjadi keresahan di masyarakat.

"Kalau kami lihat, berapapun yang ditambah Pertamina, tetap tidak mencukupi. Soalnya kesadaran masyarakat masih kurang. Makanya pendistribusian tertutup sangat penting hari ini," kata Hasbidin.

Selain itu, di awal musim kemarau, banyak petani yang menggunakan gas 3 Kg untuk menarik air dari sumur bor, tidak lain mengaliri sawahnya air yang kekeringan.

Baca: Pertamina MOR VII Skorsing 12 Agen LPG di Makassar

"Ini terjadi di Gowa, Soppeng, dan beberapa daerah lainnya di Sulsel. Kami sudah lihat sendiri. Masa Iduladha yang membuat masak daging meningkat, ketemu musim kemarau jadi pemakaian yang naik signifikan," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Unit Manager Communication & CSR MOR VII Roby Hervindo menuturkan, Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum mengakomodir kebutuhan petani dalam penggunaan LPG untuk irigasi sawah.

"Jadi berdasarkan peraturan, ini tidak dibolehkan alias penyalahgunaan," katanya dihubungi Kamis (30/8/2018).

Namun, jika Pemda menilai ini kebutuhan petani, mestinya diakomodir sebagai yang berhak menerima LPG subsidi.

"Maka pemda bisa mengajukan pada Kementerian ESDM agar di tahun depan dapat dianggarkan," kata Roby. (aly)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Mahyuddin

Wanita Tewas Dalam Lemari Pernah Unggah Foto Bersama Pelaku, Sempat Usir dari Kos sebelum Dibunuh

Berita Populer