Kanal

Baznas Enrekang Sosialisasi Zakat Pertanian di Desa Patondong Salu

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, MAIWA - Sosialisasi terkait kewajiban zakat pertanian dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Enrekang. Tepatnya di Desa Pattondong Salu Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Kamis (30/8/2018).

Sosialisasi tersebut digelar bersamaan dengan panen padi oleh Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakin) Enrekang, drh Junwar di Desa Pattondon Salu.

“Karena hari ini panen padi sedang berlangsung maka sangat pas dan tepat untuk kita adakan sosialisasi zakat pertanian,” ujar Komsioner Baznas Enrekang, Ilham Kadir dalam rilisnya kepada TribunEnrekang.com.

Hadir dalam acara sosialisasi tersebut adalah para pegawaai dari Disanakin, masyarakat Pattondon Salu dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya.

“Hitung-hitungan zakat pertanian, katakanlah padi, sebenarnya sangat sederhana. Bahwa padi yang menggunakan pengairan irigasi atau pompa air dikeluarkan zakatnya 5 persen dari penghasilan bruto jika telah mencapai 653 Kg," ujar Ilham.

Oleh karena itu, lanjut Ilham, jika seorang petani sudah memanen hasil sawahnya dengan mendapat hasil panen sebesar 653 Kg maka wajib menyisihkan lima persen ke Baznas untuk selanjutnya dibagikan pada masyarakat fakir dan miskin di sekitar tempat panen.

“Ada pun waktu mengeluarkan zakat yaitu pada hari dilakukan panen, maksimal mengendap di rumah selama 39 hari, tidak boleh lewat dari itu,” ucap ayah dua putri ini.

Ia pun mengimbau, bagi masyarakat yang telah masuk kategori wajib zakat agar menunaikan kewajibannya.

Sebab menurut Doktor Ilmu Pendidikan Islam ini, zakat selain memberkati usaha dan umur, juga mampu menambah dan menumbuhkan rezeki seseorang.

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur

Warga Gerebek Guru Honorer Asal Madura yang Cabuli Siswi SMP di Dalam Mobil, Awal Kenalan di Medsos

Berita Populer