Kanal

Kejati Segera Panggil Ulang Dua Tersangka Korupsi Pengadaan Lampu Jalan Polman

Kejaksaan Tinggi Sulawesi selatan dan Barat - HASAN BASRI

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasan Basri

TRIBUN - TIMUR.COM, MAKASSAR - Kasus dugaan korupsi pengadaan lampu jalan tenaga surya di 144 desa, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat periode 2016-2017, masih terus bergulir di Kejaksaan.

Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulselbar akan memanggil ulang kedua tersangka untuk menjalani pemeriksaan pasca kasus ini ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Kedua tersangka tersebut Kepala Bidang Badan Pemberdayaaan Pemerintahan Desa (BPMD) Polewali Mandar, Andi Baharuddin dan Direktur CV Binanga, Haeruddin.

"Untuk pemanggilan kedua tersangka sudah ada agenda penyidik. Yang pastinya dalam waktu dekat ini," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin, Minggu (26/08/2018).

Baca: Dugaan Korupsi Lampu Jalan, Kadis BPMD Polman Sulbar Diperiksa Kejati

Salahuddin mengaku belum memastikan bakal ada tersangka baru dalam kasus ini. Tetapi, ia memastikan akan mendalami kasus ini sampai tuntas.

Tersangka Baharuddin dalam perkara ini berperan mengarahkan kepada kepala desa untuk membeli lampu jalan kepada CV Binangan serta menfasilitasi lampu jalan di kantor BPMD.

Sementara Baharuddin dari CV Binananga berperan sebagai Distributor PT Aveconde Internasional melakukan penjualan lampu jalan tenaga Surya diseluruh desa di Polewali Mandar sejak 2016 dan 2017.

CV Binanga yang dimiliki tersangka Haeruddin disebut tidak mempunyai kualifikasi teknis ketenaga kelistrikan sebagaimana diatur dalam peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral nomor 35 2015 tentang tata cara perizinan usaha ketenagalistrikan.

"Mereka secara bersama sama melakukan tindak pidana korupsi pengadaan lampu jalan tenaga surya yang bersumber pada alokasi anggaran dana desa 2016 dan 2017 di 144 Desa di Polman," ujarnya.

Baca: Kejati Sulselbar Kurban Enam Sapi Perayaan Idul Adha 2018

Halaman
12
Penulis: Hasan Basri
Editor: Mahyuddin

Fenomena Air Terjun Sedudo Nganjuk Berubah jadi Hitam Pekat, Pengunjung Dilarang Mandi

Berita Populer