Kanal

Pakar Hadis UIM: Ini Batas Waktu Berkurban dan Menyimpan Daging Kurban

Mahmud Suyuti bersama kedua putrinya -

Nabi SAW menjawab, sekarang makanlah sebagian. Sebagian lagi berikan kepada orang lain dan sebagian lagi simpanlah.

Tahun lalu masyarakat sedang mengalami paceklik sehingga aku berkeinginan supaya kalian membantu mereka dalam hal itu.

Jadi illat kenapa Nabi saw pada tahun sebelumnya melarang umat Islam menyimpan daging hewan kurban lebih dari tiga hari, karena ternyata saat itu musim paceklik.

Nabi SAW menginginkan para shabat berbagi daging itu dengan orang-orang, adanya larangan menyimpan daging dengan makud agar daging-daging itu segera didistribusikan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Baca: Tiga Warga Bantaeng Jadi Wasit di Asian Games

Baca: Dosen PTS Berpeluang Peroleh Bantuan Dana Penelitian Kemenristek

Tetapi ketika tahun berikutnya mereka menyimpan daging lebih dari tiga hari.

Dengan demikian, menyimpan dan memakan daging kurban tidak terbatasi oleh waktu, hukumnya boleh menyimpan lebih dari tiga hari dan boleh dimakan kapan saja, selagi masih segar untuk dimakan.

Karena itu, sangat efektif bila daging kurban diolah, dikemas dan dikalengkan agar bisa bertahan lama dengan syarat hewan kurban disembeli pada hari nahr atau hari-hari tasyriq.

Dengan cara demikian, pembagian daging kurban dapat terencana dan dengan dikalengkannya selain bisa bertahan lama, maka untuk mendistribusikannya sangat mudah untuk sampai kepada lapisan masyarakat yang berhak menerimanya.

Daging kurban yang telah dikalengkan, tergantung kepada penerimanya, jika yang bersangkutan benar-benar fakir dan masih membutuhkan papan, pangan, dan sandang, maka selain berhak memakannya untuk kelangsungan hidup, berhak pula menjualnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Bagi mustahiq, pemilik hewan/daging kurban yang juga berhak mendapat pembagian dari sebagian dari kulit daging yang dikurbankan itu, dapat pula menjualnya untuk kemudian disumbangkan demi kepentingan agama seperti pembangunan masjid, madrasah, pesantren dan untuk kemaslahatan umat lainnya.

Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamith Thariq. (*)

Editor: Jumadi Mappanganro

Viral Mahasiswa Tewas Dikeroyok Warga, Marbot Provokasi Lewat Mikrofon Seolah Korban akan Maling

Berita Populer