Kanal

Pakar Hadis UIM: Ini Batas Waktu Berkurban dan Menyimpan Daging Kurban

Mahmud Suyuti bersama kedua putrinya -

Oleh: Dr Mahmud Suyuti
Dosen Hadis Universitas Islam Makassar (UIM) dan Katib Jam’iyah Khalwatiyah

MUNCUL polemik tentang batasan waktu expired berkurban dan tentang batas masa kadaluarsa menyimpan daging kuban. Sampai kapan dibolehkan menyembelih hewan kurban?

Berapa hari boleh memakan daging kurban setelah Idul Adha? Bolehkah menjual daging kurban atau bisakah kulit hewan kurban dikumpulkan dan dijual untuk kepentingan agama?

Menjawab persoalan tersebut, perlu diketengahkan sebuah hadis yang menegaskan bahwa waktu utama penyembelihan kurban adalah pada hari nahr yakni bertepatan hari Idul Adha atau setiap 10 Zulhijjah.

Setelahnya disebut hari tasyriq yakni hari ke-11, 12 dan 13 Zulhijjah sampai terbenamnya matahari.

Dengan demikian, batas waktu penyembelihan hewan kurban adalah selama hari empat hari yakni sejak hari dan tanggal selesai salat Idul Adha, 10 Zulhijjah sampai menjelang masuk waktu maghrib, 13 Zulhijjah.

Lewat batas waktu dari itu, bukan lagi berkurban namanya.

Mengenai hukum memakan daging hewan kurban setelah lewat hari tasyrik, apakah boleh atau tidak, dan bagaimana pula hukumnya bila daging yang disembelih di hari raya Idul Adha itu tidak habis dimakan selama hari tasyrik, apakah sah penyembelihannya?

Jawabannya, berdasarkan hadis sahih dalam riwayat Bukhari bahwa Nabi SAW bersabda, siapa di antara kalian berkurban, maka janganlah ada daging kurban yang masih tersisa dalam rumahnya setelah hari ketiga.

Baca: OPINI Abidin Raukas: ‘Relasi’ Membangun Budaya Sekolah

Baca: OPINI Syahrul Yasin Limpo: Falsafah Kepemimpinan Pemerintahan

Dengan hadis itu, maka dipahami ada pelarangan menyimpan daging kurban lebih dari tiga hari.

Halaman
123
Editor: Jumadi Mappanganro

Beredar Foto-foto Awal Penemuan Jasad Korban Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi, 2 Anak di Kamar

Berita Populer