Kanal

Begini Komentar Kepala Puskesmas Bulukunyi Soal Siswa Takalar Meninggal Usai Imunisasi MR

Keluarga memperlihatkan foto Irfan di depan rumah duka di Lingkungan Batu Maccing, Kelurahan Bulukunyi, Polongbangkeng Selatan, Takalar. - ihsan/tribuntakalar.com

Laporan Wartawan TribunTakalar.com, Muhammad Ihsan Harahap 

TRIBUNTAKALAR.COM, POLONGBANGKENG SELATAN - Kepala Puskesmas Bulukunyi, Musawirah, angkat bicara soal meninggalnya Irfan (13), sepekan setelah mengikuti imunisasi Measles Rubella (MR).

Ia membantah bahwa Irfan meninggal karena diberi vaksin MR.

Menurutnya, pihak Puskesmas sudah menawari untuk mengambil sampel darah, namun ditolak oleh korban.

“Setelah dua hari perawatan, kami minta izin untuk mengambil sampel darah, namun ditolak,” jelas Musawirah, Selasa (14/8/2018).

Baca: Usai Divaksin MR, Siswa SMPN 5 Takalar Demam Tinggi, Sepekan Kemudian Meninggal

Menurut Musawirah, setelah demam Irfan tinggi, pihaknya ingin merujuk Irfan ke RSUD Padjonga Dg Ngalle Takalar, tapi orangtua korban menolak.

“Ada buktinya, yaitu surat pernyataan bahwa pihak keluarga menolak dirujuk ke RSUD,” tambah Musawirah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar dr Nilal Fauziah menambahkan, Komite Daerah (Komda) Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pascaimunisasi (PPKIPI) Sulawesi Selatan sedang melakukan investigasi atas kejadian tersebut.

"Kami semalam berkunjung ke rumah duka bersama perwakilan Komda PP KIPI dr Martira Sp.A. Kita tunggu perkembangan investigasinya," kata Nilal.(*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Mahyuddin

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer