Kanal

Inilah Obat yang Akan Ditarik BPOM Karena Memicu Kanker

Pihak Badan Pengawasan Obat dan Makassar (BPOM) Sulsel melaksanakan inspeksi mendadak sejumlah makanan yang dijual di Lotte Mart di Jalan Sultan Alauddin, Selasa (22/5/2018). Kegiatan yang dipimpin Kepala BPOM Sulsel H.G Kakerissa ini bertujuan untuk mengecek izin edar, daftar Departemen Kesehatan makanan yang dijual agar aman dan memenuhi standar kesehatan. - abdiwan/tribuntimur.com

TRIBUN-TIMUR.COM - BPOM RI telah menarik dan menghentikan produksi peredaran obat tekanan darah hipertensi yang diperuntukkan bagi pasien gagal jantung yang beredar di pasaran.

Ditariknya obat asal China ini karena mengandung zat kimia yang memicu kanker, yaitu valsartan.

Dilansir dari Science Alert, obat ini telah ditarik secara global setelah regulator Amerika Serikat dan Erropa memperingatkan bahaya kandungan tersebut.

Zhejiang Huahai Pharmaceutical Company, sebagai produsen N-nitrosodimethylamine telah mendapat peringatan sejak 5 Juli dari Food and Drug Administration/FDA Amerika Serikat.

Serangkaian penelitian telah dilakukan dan membuktikan bahwa zat valsartan sangat berbahaya bagi tubuh.

Dilansir dari Tribun Travel yang melansir Tribun Bali, hal ini dibenarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Surat edaran mengenai penarikan N-nitrosodimethylamine telah keluar dan beredar ke setiap daerah.

Obat yang telah beredar tersebut wajib ditarik dari peredaran dan diberhentikan produksinya, khususnya di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPOM Denpasar, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni mengatakan bahwa pihaknya beserta BPOM RI telah menjalankan instruksi penarikan secara sukarela dari industri farmasi (voluntary recall).

"Ya, kita juga sudah mulai melaksanakan instruksi penghentian peredaran produk ini kepada Industri Farmasi yang ada. Dalam hal ini juga sudah diinformasikan melalui tenaga kesehatan profesional melalui asosiasi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan lain-lain. Nanti kami juga akan memonitoring dalam proses penarikannya," kata dia, Jumat (13/7/2018).

Aryapatni juga menambahkan bahwa tak hanya N-nitrosodimethylamine, sudah ada dua jenis obat yang diketahui mengandung zat valstaran lainnya, antara lain arten Tablet (80 mg dan 160 mg) produksi dari PT. Actavis Indonesia dan Valesco Kaplet Salut Selaput (40 mg, 80 mg dan 160 mg) dari PT. Dipa Pharmalab Intersains.

Menurut CNN, obat-obatan yang mengandung valsartan diklaim mampu mengobati tekanan darah tinggi dan gagal jantung.

Tetapi, valsartan sendiri tidak memiliki hak paten untuk dapat digunakan sebagai komponen obat generik.

Dan Food and Drug Administration/FDA Amerika Serikat menyatakan bahwa tak semua obat gagal ginjal dan tekanan darah mengandung kandungan valsartan.

Hingga saat ini, FDA masih melakukan penelitian lanjut terhadap obat-obatan yang diperuntukkan bagi penderita gagal jantung dan tekanan darah. (*)

Editor: Nurul Adha Islamiah
Sumber: TribunTravel.com

Jelang Pernikahan Mantan, Pria di Kalimantan Tengah Mengamuk Bunuh Bibi dan Ibu Kandungnya

Berita Populer