Kanal

Opini Habibie Razak: Insinyur Asing dan Manfaatnya untuk Insinyur Nasional

Habibie Razak - handover

Oleh: Habibie Razak
Praktisi Sektor Energi dan Ketenagalistrikan – Sekretaris Divisi Gas PII Pusat – Advisor Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) FTI UMI

Indonesia adalah negara besar yang kaya akan potensi pengembangan energi terbarukan dari Sabang sampai Merauke.

Bagaimana pun juga potensi sumber daya alam ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kesejahteraan manusia Indonesia pada umumnya dan juga untuk para insinyur Indonesia khususnya.

Menurut Harris Yahya, Direktur Aneka EBTKE Kementerian ESDM dalam paparannya pada Konferensi Eastern Renewable Energy, Maret 2018 lalu di Makassar, Indonesia hanya memiliki 60,491 MW kapasitas pembangkit energi listrik terpasang.

Hanya sekitar 9,000 MW atau hanya 15% dikategorikan sebagai renewable energy.

Saat ini pemerintah terus mendorong membangun RE power plants di seluruh Indonesia untuk memenuhi komitmen Presiden Jokowi untuk 23% energy consumption oleh RE pada tahun 2025.

Bagaimana pun juga, dibutuhkan regulasi pemerintah yang ideal untuk mendukung target ini.

Investor dan developer dari luar negeri cukup antusias di dalam memberikan andil pada program ini.

Mereka datang bukan hanya dengan membawa modal yang cukup besar tapi juga advanced technology dan foreign engineers untuk bekerja di proyek-proyek mereka.

Sebutlah, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) 75 MW Sidrap yang baru diresmikan pengoperasiannya oleh Presiden Jokowi beberapa hari lalu.

Halaman
123
Editor: Jumadi Mappanganro

Fenomena Air Terjun Sedudo Nganjuk Berubah jadi Hitam Pekat, Pengunjung Dilarang Mandi

Berita Populer