Kanal

Pabrik Sabu-sabu di Majene Terbongkar karena Ini

Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat menggrebek rumah di perumahan berlokasi di Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, yang dijadikan sebagai tempat produksi atau pabrik sabu-sabu, Senin (9/7/2018). - ist

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAJENE - Penggerebekan sebuah rumah di Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat, Senin (10/7/18), bermula saat penghuni rumah tersebut terdeteksi oleh aparat melakukan pengiriman ke Jawa.

Penggerebekan rumah yang dijadijadikan sebagai tempat produksi sabu-sabu tempat perumahan BTN Griya Pesona Lembang Blok A6 RT 006, digrebek sekitar Pukul 10.50 Wita yang diback up secara ketat oleh personel polisi dari Polres Majene.

Alhasil aparat berhasil mengamankan empat orang tersangka. Para tersangka yakni Sayyed Wahyullah Assafy alias Wahyu dan Jamilah, sepasangan suami istri warga Lingkungan Lamasariang, Kelurahan Balanipa, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polman, Sulbar, yang menempati rumah tersebut.

Keduanya masih sangat terbilang muda. Wahyu merupakan pria kelahiran Makassar 15-1-1990. Sementara istrinya kelahiran Paayumang 10-1-1992.

Tersangka lain yakni Jupri dan Hasri warga Desa Petoosang, Kecamatan Alu, Kabupaten Polman.

Penyidiki BNN AKBP Budi Setiawan yang memimpin penggerebekan mengungkapan, dalam praktek produksi barang haram tersebut, Wahyu bertindak sebagai koki, Jupri sebagai asisten koki, Hasri bertindak sebagai tester hasil produksi dan Jamilah istri wahyu turut membantu dalam proses produksi.

"Kami monitor selama satu minggu hingga akhirnya melakukan penggerebekan. Wahyu mendapat bahan baku yang dipasok dari Samarinda, Kalimantan Timur dan dikirim ke Pinrang, Sulawesi Selatan. Bahan baku itu lalu dijemput Jupri dan Hasri kemudian diantar ke Wahyu,"kata AKBP Budi.

AKBP Budi menuturkan, Wahyu masuk dalam jaringan besar narkoba setelah pamannya, Tajuddin ditangkap dan kini menjalani hukuman di Rutan Kelas II B Majene.

"Pabrik sabu ini dikendalikan seorang narapidana narkoba di Lapas Tangerang, Bantreng bernama Lexi. Mereka komunikasinya lewat telepon,"ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer