Kanal

Kenaikkan BI7DRR Sukses Perkuat Rupiah, Ini Alasannya

Bank Indonesia (BI) Wilayah Sulsel, menggelar desiminasi laporan perekonomian Indonesia 2018. Pemaparan laporan dan diskusi ini digelar di Novotel Makassar Grand Shayla, Kamis (7/6/2018). - abdiwan/tribuntimur.com

Makassar, Tribun - Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang digelar 17 dan 30 Mei 2018 memutuskan kenaikan suku bunga Bank Indonesia 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps dua kali, dari 4,25 persen menjadi 4,5 persen, lalu menjadi 4,75 persen.

Kenaikan ini bertujuan menguatkan nilai tukar rupiah atas dolar Amerikas Serikat, di mana sempat menyentuh level Rp 14.200.

“Pasca RDG 17 Mei 2018, tekanan pada rupiah masih berlanjut. Rupiah masih dalam tren melemah, relatif besar dibandingkan negara peers, dengan volatilitas yang tinggi,” ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Sulsel Bmbang Kusmiarso dalam Diseminasi Rapat Dewan Gubernur (RDG) di hotel Novotel Makassar, Kamis (7/6).

Dengan kenaikan dua kali ini, dan didukung dengan sejumlah kebijakan moneter, dukungan pemerintah dalam mewajibkan penggunaan rupiah, dan komunikasi dengan stakeholder, akhirnya membawa hasil dan membawa nilai tukar rupiah dalam kondisi stabil.

Kewajiban penggunaan rupiah telah dapat mengurangi penggunaan valas antarpenduduk dari lebih 5,5 miliar dolar AS menjadi 1,5 miliar dolar AS.

“Akhirnya rupiah yang pada tanggal 24 Mei 2018 mencapai Rp 14.215 per satu dolar AS perlahan-lahan menguat, sampai akhirnya 4 Juni 2018 sudah menjadi Rp 13.872 per dolar AS.

Untuk menjaga kestabilan nilai rupiah ini Bank Indonesia mengeluarkan sejumlah imbauan untuk masyarakat dan perbankan.
Diseminasi yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama ini juga dihadiri sejumlah praktisi perbankan, akademisi, dan pelaku ekonomi di Sulawesi Selatan.(iku)

Penulis: Ina Maharani

Pengakuan Wanita Penabrak Anggota Polisi usai Terobos Rombongan Presiden Jokowi

Berita Populer