Tabungan Pemda Dongkrak DPK Perbankan di Sulsel

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Fungsi intermediasi perbankan di Sulsel berjalan baik. Ini tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) pada November yang masih tinggi 127,7 persen, sedikit lebih rendah dari LDR bulan sebelumnya 128 persen.

Kepala Kantor Perwakilan (KP) Bank Indonesia (BI) Sulsel, Bambang Kusmiarso menuturkan, LDR sejalan dengan peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tercatat tumbuh 7,01 persen year on year (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya 5,4 persen (yoy).

“Ini utamanya disebabkan kenaikan DPK Pemda,” kata lelaki berkacamata itu pada jumpa pers di kantornya lantai 11 Menara Bosowa Jl Sudirman Makassar, Rabu (3/1/2017).

Tingginya LDR perbankan diikuti dengan pengelolaan risiko yang baik, tercermin dari Rasio kredit bermasalah (NPL) pada November 2017 yang tercatat di angka 3,2 persen.

Pertumbuhan Kredit perbankan di Sulsel pun meningkat. Kredit perbankan di Sulsel pada November 2017 tumbuh 8,3 persen (yoy).

“Angka itu lebih tinggi daripada pertumbuhan Oktober 2017 7,1 persen (yoy),” kata Bambang.

Dilihat dari jenis penggunaannya, pertumbuhan kredit didorong oleh peningkatan kredit modal kerja dan konsumsi yang masing-masing tumbuh sebesar 11,2 persen (yoy) dan 10,7 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 8,5 persen (yoy) dan 10,4 persen (yoy).

“Sementara kredit investasi masih mengalami kontraksi sebesar -2,57 persen (yoy), membaik dari kontraksi bulan sebelumnya -2,79 persen (yoy).

Berdasarkan lapangan usaha, pertumbuhan kredit tertinggi tercatat pada lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial 56,1 persen (yoy), diikuti lapangan perantara keuangan 38,63 persen (yoy) dan lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib 38,1 persen (yoy). (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Anita Kusuma Wardana

Berita Populer