Kanal

Nurdin Halid Risau Kecurangan Berdaulat di Pilkada

TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA - Ketua Harian Partai Golkar, Nurdin Halid (NH), tampil sebagai pembicara pada program Dua Sisi TV One, Rabu (3/1/2018).

Dalam acara tersebut, NH bersama sejumlah elite parpol pusat berdiskusi dengan tema 'Pilkada 2018: Dimana Suara Publik?'

NH yang berbicara sebagai Ketua Harian DPP Golkar mengawali pembahasannya terkait tema bahwa suara publik sangat menentukan dalam pilkada. Ditegaskan dia, pesta demokrasi, baik itu pilkada, pileg dan pilpres merupakan pesta rakyat bagi seluruh Indonesia.

Menurut NH, pilkada merupakan wadah untuk menyalurkan aspirasi demi terwujudnya harapan untuk kehidupan yang lebih baik. Untuk itu, kata dia, pemenang pilkada bergantung pada suara rakyat. Kedaulatan rakyat harus menjadi penentu, bukannya kecurangan yang malah berdaulat.

"Tidak akan ada pemimpin tanpa rakyat memilih. Jadi, kalau ditanya dimana suara publik untuk memenangkan pilkada itu bergantung kedaulatan rakyat, bukan kedaulatan kecurangan," kata NH yang juga Bakal Calon Gubernur Sulsel via rilis, Rabu (3/1/2018).

Di pilkada Sulsel, NH-Aziz berpeluang berhadapan dengan pasangan Ichsan Yasin Limpo-Muzakkar, Nurdin Abdullah-A Sudirman Sulaiman, serta Agus Arifin Nu'mang-Tanri Bali Lamo.

Dalam kesempatan itu, NH juga memberikan pandangan terkait suara publik pada pilkada. Ketua Dekopin itu menyematkan slogan Sulsel Baru tatkala ditanya mengenai pilkada serentak 2018. "Pilkada damai, utuh dan Sulsel Baru untuk Indonesia," ucapnya.

Dalam Pilgub Sulsel 2018, NH diketahui maju bersama Aziz Qahhar Mudzakkar. Pasangan nasionalis-religius itu siap mendaftar ke Kantor KPUD Sulsel pada Senin, 8 Januari mendatang.

NH-Aziz diusung oleh lima parpol yakni Golkar, NasDem, Hanura, PKB dan PKPI. Plus ada 1 parpol pendukung yakni PPP kubu Djan Faridz.(*)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Anita Kusuma Wardana

Berita Populer