Pengungsi di Makassar Dilatih Produksi Kue oleh Dompet Dhuafa dan UNHCR
Pelatihan untuk pengungsi di Aula Kantor Dompet Dhuafa Sulsel, Jl AP Pettarni, Makasssar (10/7)
Penulis: CitizenReporter | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dompet Dhuafa Cabang Sulawesi Selatan bekerjasama dengan UNHCR, dan PT Eastern Pearl Flour Mills (EPFM) menggelar pelatihan produksi dan marketing roti dan kue.
Pelatihan untuk pengungsi di Aula Kantor Dompet Dhuafa Sulsel, Jl AP Pettarni, Makasssar (10/7)
Sebanyak 18 peserta pengungsi asal Afganistan, Somalia dan Myanmar mengikuti pelatihan ini.
Selain itu, terdapat 3 orang peserta lokal yang mengikuti pelatihan ini.
Ini Bek Persib Bandung, Indra Mustafa yang Dikartu Kuning Padahal Duduk di Bangku Cadangan
Kenalkan Produk Baru Lososa, PT Garam Massif Pralaunching di CFD Sudirman
Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan pelatihan dan pengalaman dalam produksi roti dan kue yang dilatih langsung oleh Chef Ojas berpengalaman dan andal.
Menurut Pimpinan Dompet Dhuafa Sulsel, Rahmat Hidayat HM, pelatihan adalah untuk memberikan keterampilan kepada pengungsi.
Hal itu bertujuan agar mereka dapat memiliki kegiatan yang produktif selama tinggal di Indonesia dan menunggu waktu resettlement.
“Melalui pelatihan yang digelar pada hari ini, para peserta pelatihan bisa segera dapat mengaplikasikan pengetahuannya," kata Rahmat.
Diharapkan bisa memproduksi kue atau roti sendiri. Bahkan mereka nanti bisa membuat usaha roti ketika mereka sudah berada di negara ketiga.
Ini Bek Persib Bandung, Indra Mustafa yang Dikartu Kuning Padahal Duduk di Bangku Cadangan
Kenalkan Produk Baru Lososa, PT Garam Massif Pralaunching di CFD Sudirman
Menurut Ir Muammar Muhayang , selaku pihak PT EPFM, kegiatan ini termasuk Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan PT EPFM.
Kegiatan ini menyasar orang yang belum punya pekerjaaan, perekonomiannya lemah, dan mereka tidak punya keterampilan.
Pihak UNHCR mengucapkan terima kasih kepada Dompet Dhuafa dan PT EPFM yang telah memfasilitasi pelatihan ini untuk pengungsi.
Dengan adanya kegiatan ini, para pengungsi dapat meningkatkan kapasitasnya terutama dalam pembuatan roti dan kue.
Tak hanya memberikan pelatihan secara gratis, kegiatan ini juga memberikan pelatihan marketing untuk bekal usaha kue kepada peserta yang hadir.
Diharapkan para peserta tidak hanya bisa memproduksi roti maupun kue namun juga para peserta dapat memasarkan kue maupun roti yang telah diproduksi dalam bentuk usaha kecil-kecilan di negara ketiga nanti. (*)
Langganan Berita Pilihan
tribun-timur.com di Whatsapp
Klik Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur: