Spirit Ramadan

Khalifah Umar Tarawih 20, Imam Malik 36, di Sulsel Jumlah Rakaat Jadi Simbol Kerukunan

yang lebih menjadi indah di Sulsel karena masing-masing pilihan itu disiapkan imam witir.

Khalifah Umar Tarawih 20, Imam Malik 36, di Sulsel Jumlah Rakaat Jadi Simbol Kerukunan
dok.tribun
Dr Kaswad Sartono 

Tulisan ini dimuat di Tribun Timur cetak edisi Selasa, 14 Mei 2019, halaman 1 dan 7

Dalam praktiknya, khususnya di Sulsel, Shalat Tarawih dilaksanakan oleh umat Islam mengikuti ( ittiba' fiqhiyyah) pada format 2 madzab besar yakni madzhab 8 rakaat dan madzhab 20 rakaat (plus witir).

masih ada juga masjid-masjid yang tetap mempertahankan “ciri khas Syafiiyahnya"dengan memilih 20 rakaat sebagai pilihan kolektif berdasarkan kesepakatan dan musyawarah pengurus masjid misalnya Masjid Raya Makassar, Masjid Jami' Sengkang Wajo dan Masjid As-Salman Allakuang Sidrap.

Dr Kaswad Sartono MAg
Dewan Pakar PBDDI/Wakil Rais Suriyah NU Sulsel

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - “Sungguh telah datang kepada kalian “bulan agung” Ramadan, di dalamnya ada satu malam yang nilainya lebih baik dibanding seribu bulan, diwajibkan ibadah puasa (shiyam) di siang harinya dan disunnahkan pada malam harinya shalat Tarawih (qiyam)...” Begitulah ungkapan Rasulullah Muhammad saw di hadapan para sahabatnya pasca turunnya ayat wajibnya ibadah puasa (QS. Al-Baqarah: 183).

Ramadan dan Tarawih itu ibarat malam dan siang, matahari dan bulan, atau antara dua sisi mata uang yang tak mungkin terpisahkan satu sama lainnya. Tiada Ramadan tanpa Tarawih. Sebaliknya, tiada Tarawih tanpa Ramadan.

Dalam praktiknya, khususnya di Sulsel, shalat Tarawih dilaksanakan oleh umat Islam mengikuti ( ittiba' fiqhiyyah) pada format 2 madzab besar yakni madzhab 8 rakaat dan madzhab 20 rakaat (plus witir).

Pertama, madzhab 8 rakaat ini didasari pada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Imam Muslim, dan Abu Daud melalui sanad Aisyah r.a. bahwa ketika isteri Rasulullah itu ditanya para sahabat: “Bagaimana shalat Rasulullah pada bulan Ramadan?” Dia menjawab: “Beliau tidak pernah menambah di bulan Ramadan atau di luar Ramadan lebih 11 rakaat, beliau salat 4 rakaat, 4 rakaat. Maka jangan ditanya bagus dan panjangnya.

Kedua, madzhab 20 rakaat berdasar pada hadis marfu' yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqiy dalam kitab al-sunan al-kubra bahwa format bilangan 20 rakaat plus witir pertama kali dilakukan pada masa khalifah Umar bin Khaththab r.a yang diimami oleh sahabat Ubay bin Ka'ab, tidak ada seorang sahabat pun yang mengingkari atas “ijtihad" Umar bin Khaththab ini, sehingga menjadi kesepakatan (konsensus atau ijma' para sahabat).

Hadis Imam Baihaqiy tersebut dalam pandangan ulama dan pakar hadis antara lain imam Qasthallani, imam an-Nawawi bahwa hadis Imam Baihaqiy sebagai landasan pelaksanaan Tarawih 20 rakaat termasuk marfu' yangmemiliki sanad shahih, sehingga dapat dijadikan sebagai hujjah hukum beribadah (lahu hukm al-marfu').

Halaman
12
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved