PT Malea Energy Hydropower Bakal Dipantau Komisi III DPRD Tana Toraja, Ini Masalahnya

Kristian HP Lambe mengatakan, bahwa pihaknya harus turun lapangan untuk menindaklanjuti laporan masyrakat terkait dampak dari aktifitas PT.Malea.

PT Malea Energy Hydropower Bakal Dipantau Komisi III DPRD Tana Toraja, Ini Masalahnya
Tomi Paseru/Tribun Timur
Pertemuan Ketua Komisi III DPRD Tana Toraja Krisitian HP Lambe Dengan Pihak PT. Malea Energy Hydropower di Ruangan Rapat Komisi III DPRD Tana Toraja pada Senin (13/5/2019). 

TRIBUNTORAJA.COM,MAKALE--Selasa (14/5/2019), Komisi III DPRD Kabupaten Tana Toraja akan meninjau langsung kegiatan di PT Malea Energy Hydropower.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Tana Toraja, Kristian HP Lambe usai pertemuan dengan pihak PT. Malea dengan masyarakat Lembang Buakayu di Ruangan Komisi III DPRD Tana Toraja pada (13/5/2019) kemarin.

Inilah 3 Kategori Makar Menurut Mahfud MD, Apakah Eggi Sudjana dan Pengancam Jokowi Termasuk?

Waspada Potensi Angin Kencang Bakal Landa Majene dan Polman Hari Ini

Kristian HP Lambe mengatakan, bahwa pihaknya harus turun lapangan untuk menindaklanjuti laporan masyrakat terkait dampak dari aktifitas PT.Malea.

"PT. Malea yang menurut masyarakat Lembang Buakayau sudah merugikan masyarakat sekitar proyek, maka hari ini kita akan turun langsung untuk memantau aktifitas dari PT. Malea," kata Kristian.

Menurut Ketua Komisi III dari Partai Demokrat ini, bahwa banyak laporan masyarakat yang masuk dan ditinjau langsuang ke lapangan.

"Salah satunya yang akan kita pantau adalah Rumah Ibadah yang retak akibat aktifitas yang dilakukan oleh PT. Malea," ungkap Kristian HP Lambe.

Kristian menambahkan hal lain yang menjadi sorotan adalah pembuatan terowongan sepanjang 10 kilometer.

Pertemuan Ketua Komisi III DPRD Tana Toraja Krisitian HP Lambe Dengan Pihak PT. Malea Energy Hydropower di Ruangan Rapat Komisi III DPRD Tana Toraja pada Senin (13/5/2019).
Pertemuan Ketua Komisi III DPRD Tana Toraja Krisitian HP Lambe Dengan Pihak PT. Malea Energy Hydropower di Ruangan Rapat Komisi III DPRD Tana Toraja pada Senin (13/5/2019). (Tomi Paseru/Tribun Timur)

"Kita juga pertanyakan tentang pembuatan terowongan sepanjang 10 kilometer yang dibuat oleh PT. Malea apakah sudah mempunyai Analisis dampak lingkungan (Amdal)," ucap Ketua Komisi III DPRD Tana Toraja itu.

Sementara itu Anggota DPRD dari Dapil III Tana Toraja, Amir Loga juga menyoroti pengelolaan di PT. Malea Energy Hydropower.

"Limbah tambang dari proyek PT. Malea mengakibatkan ikan dan ternak masyarakat mati akibat zat kimia dari PT. Malea yang dibuang ke sungai," tegas Amir.

Amir menambhakan, dua jembatan yang hanyut dibawah air bandang beberapa hari lalu, hal itu disebabkan karena penyempitan badan sungai sehingga air meluap.

Laporan Wartawan TribunTimur.com,@b_u_u_r_y

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

 

A

Penulis: Tommy Paseru
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved